BAZNAS Bondowoso Catat Penghimpunan Zakat Rp105 Juta, Potensi Capai Rp400 Juta per Bulan Serta Salurkan 144 Alat Usaha Produktif

Ketua Baznas bondowoso saat usai salurkan bantuan alat produktif pada 144 penerima manfaat (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
BONDOWOSO, ulas.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bondowoso mencatat peningkatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga mencapai Rp105 juta pada Oktober 2026. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp800 ribu.
Ketua BAZNAS Bondowoso, KH. Ahmadi, menyampaikan bahwa angka tersebut masih jauh dari potensi penghimpunan zakat yang sebenarnya dapat dicapai di Kabupaten Bondowoso.
BACA JUGA: Bupati Bondowoso Dorong Legalitas Kerja Sama Petani Hutan dan Perluasan Akses ListrikBdi Ijen
Menurutnya, dengan asumsi 50.000 orang menyalurkan zakat atau infak sebesar Rp8.000 per bulan, potensi penghimpunan dana bisa mencapai Rp400 juta setiap bulan. Jika dikalkulasikan selama satu tahun, jumlahnya berpotensi mencapai Rp4,8 miliar.
Hal itu disampaikan KH. Ahmadi saat memberikan keterangan di Pendopo RBA Bondowoso, Selasa (3/11/2026).
“Potensi kita sebenarnya bisa mencapai Rp400 juta per bulan. Kalau dikalikan satu tahun, bisa mencapai Rp4,8 miliar. Jadi, capaian sekarang masih sangat jauh dari potensi yang bisa kita maksimalkan,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, BAZNAS Bondowoso berencana memperluas sosialisasi dan edukasi zakat, infak, serta sedekah hingga ke tingkat desa melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan.
BAZNAS akan berkirim surat kepada para kepala desa bersama perangkatnya untuk mengajak masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara sukarela tanpa adanya unsur paksaan.
Langkah tersebut juga merupakan tindak lanjut dari ajakan Bupati Bondowoso yang mendorong masyarakat, khususnya mereka yang belum menunaikan zakat, agar semakin meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat dan sedekah.
Selain menyasar masyarakat umum, BAZNAS juga merencanakan program edukasi sedekah di lingkungan sekolah, mulai jenjang SD hingga SMP.
Dalam program tersebut, siswa akan diajak belajar membiasakan diri bersedekah dengan nominal yang disesuaikan. Untuk siswa SD direncanakan sebesar Rp500, sedangkan siswa SMP sekitar Rp750.
Dana yang terkumpul nantinya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui program bantuan, termasuk beasiswa bagi para siswa. Dengan demikian, kegiatan tersebut bukan sekadar mengajarkan kebiasaan berbagi, tetapi juga menanamkan kepedulian sosial sejak dini.
“Rencananya kita datang ke sekolah-sekolah. Anak-anak kita ajari bersedekah, kemudian dana yang terkumpul akan kita kembalikan lagi kepada masyarakat, salah satunya melalui beasiswa,” jelasnya.
Di sisi lain, BAZNAS Bondowoso juga terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran bantuan alat usaha produktif.
Pada kesempatan tersebut, BAZNAS menyiapkan sebanyak 144 set bantuan peralatan usaha sesuai kebutuhan para penerima manfaat. Bantuan tersebut di antaranya berupa peralatan cukur, kompresor, mesin jahit, mesin obras, peralatan pertukangan, alat penggorengan, etalase, hingga rombong untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat.
KH. Ahmadi menjelaskan, penentuan jenis bantuan dilakukan berdasarkan permohonan masyarakat yang disampaikan kepada BAZNAS. Selanjutnya, untuk memastikan pemerataan penerima manfaat, pihaknya meminta para camat mengoordinasikan pengusulan bantuan dari masing-masing desa.
Masyarakat yang membutuhkan dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa dan kecamatan dengan melengkapi persyaratan, termasuk Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Program tersebut juga diarahkan untuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk para janda yang memiliki potensi dan kemauan untuk mengembangkan usaha produktif.
Melalui peningkatan penghimpunan ZIS, edukasi sedekah sejak dini, serta penyaluran bantuan peralatan usaha, BAZNAS Bondowoso berharap dana zakat tidak hanya menjadi instrumen bantuan sosial, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Redaksi


