Dandim 0822 Bondowoso Tekankan Pentingnya Agroforestry, Petani Hutan Diajak Jaga Kelestarian Ekosistem dan Ketahanan Pangan

Dandim 0822 Bondowoso saat berikan bantuan bibit pohon kopi secara simbolis di pendopo Kecamatan Ijen (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

BONDOWOSO, ulas.co.id – Komandan Kodim (Dandim) 0822 Bondowoso, Letkol Inf Prawito menekankan pentingnya penerapan sistem agroforestry dalam pengelolaan kawasan hutan. Menurutnya, pengembangan tanaman pertanian di kawasan hutan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem hutan.

Hal tersebut disampaikan Prawiro saat menghadiri kegiatan sosialisasi agroforestry dan mekanisme distribusi pupuk bagi masyarakat petani penerima manfaat kawasan hutan Perhutani, di Pendopo Kecamatan Ijen, Senin (2/11/2026).

BACA JUGA: Bupati Bondowoso Dorong Legalitas Kerja Sama Petani Hutan dan Perluasan Akses Listrik di Ijen

Dpkp Bondowoso Targetkan Petani Kopi di Kawasan Hutan Terima Pupuk Subsidi Pad 2027 Petani Diberi Tenggat Satu Bulan Urus Pks

Dalam sambutannya, Prawito menjelaskan bahwa agroforestry merupakan sistem pengelolaan lahan yang mengombinasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian yang dikelola masyarakat. Komoditas yang dapat dikembangkan di antaranya kopi, sayur-mayur, hingga sektor peternakan.

Ia berharap melalui sistem tersebut, masyarakat petani hutan dapat memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Namun demikian, Prawito mengingatkan bahwa pemanfaatan kawasan hutan tidak boleh mengabaikan kepentingan pelestarian lingkungan. Sebab, hutan dan ekosistem di dalamnya merupakan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

” Kita harus mewariskan hutan dan ekosistem kepada anak cucu kita. Oleh karena itu, pengelolaan pertanian tentu tidak boleh mengabaikan kepentingan pelestarian hutan,” pesannya.

Menurutnya, petani tetap dapat menanam kopi maupun sayuran dengan tetap mempertahankan keberadaan pohon-pohon hutan. Dengan demikian, kegiatan pertanian produktif dapat berjalan tanpa menghilangkan fungsi ekologis kawasan hutan.

Kelestarian hutan juga memiliki peran penting dalam mengurangi risiko bencana, seperti banjir dan kekeringan. Selain itu, kawasan hutan yang terjaga dapat mendukung keberlanjutan sumber daya alam bagi kehidupan masyarakat.

BACA JUGA: Ketua Dprd Bondowoso Dorong Pks Petani Hutan Ijen Segera Terbentuk Buka Akses Pupuk Subsidi dan Bantuan Alat Pertanian

Kajari Bondowoso Dukung Kerja Sama Agroforestry di Ijen Tekankan Kepastian Hukum dan Pengawasan Pupuk Bersubsidi

Dandim Prawito juga menyoroti manfaat ekonomi dari hasil pertanian yang dikelola melalui sistem agroforestry. Hasil panen diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga, membiayai pendidikan anak, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar hutan.

Lebih lanjut, ia menyebut pengembangan agroforestry juga sejalan dengan upaya mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Menurutnya, optimalisasi lahan melalui pengelolaan pertanian yang tetap memperhatikan kelestarian hutan dapat memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan.

Karena itu, ia berharap masyarakat petani penerima manfaat kawasan hutan dapat memahami dan menerapkan prinsip agroforestry secara bertanggung jawab, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

BACA JUGA: Perhutani Bondowoso Dorong Petani Hutan Akses Pupuk Bersubsidi Pks Dengan Pemkab Segera Ditandatangani

Baznas Bondowoso Catat Penghimpunan Zakat Rp105 JutaNPotensi Capai Rp400 Juta Per Bulan Serta Salurkan 144 Alat Usaha Produktif

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan kawasan hutan dan mekanisme distribusi pupuk semakin meningkat, sehingga produktivitas pertanian dan kelestarian hutan dapat berjalan beriringan.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *