Bondowoso Dorong Transformasi Digital untuk Dongkrak PAD dan Perkuat Daya Saing Daerah

Bupati bondowoso didampingi Kepala Bapenda serta foto bersama Wabup Sekda Kadis Kaban dan camat sekabupaten Bondowoso (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mematangkan langkah strategis dalam mendorong transformasi digital sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat daya saing kawasan. Hal ini ditegaskan oleh Abd Hamid Wahid bersama Kepala Bapenda Bondowoso Slamet Yantoko dalam pemaparan terkait arah kebijakan pengelolaan pemerintahan berbasis digital. Jumat malam (1/5/2026).
Bupati Bondowoso menyampaikan bahwa transformasi digital yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari penyamaan visi dan tekad bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perumusan strategi hingga implementasi teknis di lapangan.
“Prioritas awal kita adalah elektronikasi dan digitalisasi transaksi. Ini akan menjadi pintu masuk menuju sistem yang lebih terintegrasi, termasuk penyatuan data sebagai dasar dalam perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut diawali dengan pemetaan dasar yang komprehensif, yang nantinya akan dilanjutkan ke tahap teknis dan implementatif. Hasil dari proses ini diharapkan menjadi peta kebijakan yang kuat dalam mendukung peningkatan PAD secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa Bondowoso memiliki modal dasar yang besar, baik dari sisi kekayaan alam maupun posisi strategis sebagai penghubung wilayah Tapal Kuda. Kondisi ini membuka peluang besar untuk pengembangan ekonomi berbasis kolaborasi antar daerah.
“Kita tidak melihat kompetisi sebagai sesuatu yang harus saling menjatuhkan, tetapi sebagai ruang untuk kolaborasi dan inovasi bersama. Dengan sinergi, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional hingga nasional akan semakin besar,” jelasnya.
Ia juga menyoroti dampak positif dari terbukanya akses infrastruktur, seperti jalan tol fungsional yang menjadikan Bondowoso sebagai lintasan strategis. Arus mobilitas dari daerah seperti Jember dan Banyuwangi dinilai membuka peluang pasar baru yang harus dimanfaatkan secara optimal.
“Meski saat ini Bondowoso belum menjadi destinasi utama, namun potensi pasar dari mobilitas tersebut sangat besar. Ini menjadi peluang bagi kita untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas cakupan ekonomi daerah,” tambahnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/karya-bhakti-hari-buruh-tni-polri-dan-buruh-perkuat-sinergi-di-halmahera-timur/

Bupati bersama Wabup, Sekda, Kadis, Kaban, dan semua Camat sekabupaten Bondowoso (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Sementara itu, Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, menegaskan bahwa transformasi digital memiliki peran penting dalam optimalisasi PAD, khususnya melalui sistem transaksi yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
Digitalisasi, kata dia, tidak hanya memperkuat sistem pemungutan pajak daerah, tetapi juga memudahkan integrasi data sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih presisi.
“Kami melihat bahwa dengan sistem yang terintegrasi, potensi PAD bisa digali lebih maksimal. Ini bukan hanya soal peningkatan angka, tetapi juga tentang tata kelola yang lebih baik,” ungkapnya.
Di sisi lain, nilai-nilai filosofis daerah juga menjadi landasan dalam pembangunan. Semangat “Buana Sakti” sebagai warisan historis Bondowoso dinilai menjadi inspirasi dalam mewujudkan keseimbangan dan kesejahteraan melalui penataan yang baik.
Baca juga: https://ulas.co.id/momentum-may-day-dprd-bondowoso-dorong-perlindungan-nyata-bagi-buruh/
Pemerintah daerah berharap, transformasi digital yang sedang digencarkan ini mampu menjadi pemicu semangat inovasi, meningkatkan prestasi, serta mendorong seluruh elemen untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Dengan langkah strategis yang terarah, Bondowoso optimistis mampu memaksimalkan potensi daerah, memperkuat PAD, serta mengambil peran penting dalam pengembangan ekonomi kawasan dan nasional.
Penulis: Redaksi







