Pemkab Bondowoso Bentuk Kader Moderasi Beragama untuk Perkuat Kerukunan Pelajar

Kepala Bakesbangpol bondowoso Ahmad saat dikonfirmasi beberapa media (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) resmi membentuk Kader Moderasi Beragama di kalangan pelajar sebagai upaya memperkuat kerukunan umat beragama dan mencegah potensi konflik sosial di daerah. Senin (17/11/2025) bertempat di pendopo Bupati.

Kepala Bakesbangpol Bondowoso, Ahmad, menjelaskan bahwa persoalan agama memiliki tingkat sensitivitas tinggi sehingga diperlukan langkah antisipatif yang terstruktur. Karena itu, pemerintah daerah menggandeng Kementerian Agama, Kejaksaan, FKUB, dan Polres Bondowoso dalam pembentukan kader tersebut.

“Persoalan agama sangat sensitif. Oleh karena itu, kita membentuk Kader Moderasi Beragama agar para pelajar dapat menjadi duta kerukunan di sekolah masing-masing,” ujar Ahmad.

Menurutnya, langkah ini merupakan tindak lanjut dari beberapa regulasi penting, yaitu jaminan kebebasan beragama dalam konstitusi, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Perpres Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama, serta Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2024 mengenai tata cara koordinasi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan moderasi beragama.

Ahmad menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memastikan harmoni sosial tetap terjaga, termasuk melalui pelaporan berkala kepada Gubernur terkait pelaksanaan moderasi beragama.

“Ini bentuk komitmen pemerintah untuk menjamin kerukunan umat beragama. Kepala daerah juga wajib melaporkan upaya moderasi beragama setiap semester,” jelasnya.

Selain pembentukan kader, kegiatan ini turut diisi dengan materi bela negara, moderasi beragama, keamanan dan ketertiban dari Polres, serta pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan yang disampaikan Kejaksaan Negeri Bondowoso.

Meski hingga kini tidak ditemukan indikasi penyimpangan aliran keagamaan di Bondowoso, Ahmad menegaskan pentingnya langkah pencegahan.

“Kita tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Karena itu, pembinaan dan sosialisasi ini penting sebagai upaya antisipasi,” terangnya.

Ia berharap kader muda moderasi beragama mampu menjadi jembatan komunikasi antarumat beragama, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Harapan kami, para pelajar ini bisa membangun komunikasi antarumat beragama dan menjaga kerukunan di lingkungan mereka,” tutup Ahmad.
Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *