Buka Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau, Bupati Bondowoso Dorong Komoditas Lokal Naik Kelas ke Pasar Global

Bupati Bondowoso saat berikan sambutan dan meresmikan pembukaan festival kopi dan tembakau yang ke 9 tahun 2026 (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
BONDOWOSO, ulas.co.id — Bupati Bondowoso Dr. Abdul Hamid Wahid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk terus memperkuat sektor kopi dan tembakau sebagai komoditas unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memiliki daya saing di tingkat nasional hingga internasional.
Hal itu disampaikan Bupati Abdul Hamid Wahid saat membuka Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau Tahun 2026 di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso, Jumat (28/8/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta, pelaku usaha, komunitas pecinta kopi dan tembakau, serta tamu dari berbagai daerah yang hadir dalam festival tersebut.
“Selamat datang di Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau Tahun 2026. Semoga kehadiran saudara-saudara sekalian membuat festival ini semakin meriah, semakin hidup, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Abdul Hamid Wahid.
Menurutnya, festival tersebut menjadi momentum istimewa bagi Kabupaten Bondowoso untuk memberikan ruang apresiasi terhadap potensi, hasil inovasi, sekaligus kebanggaan masyarakat terhadap komoditas kopi dan tembakau.
Ia menilai penyandingan kopi dan tembakau dalam satu festival memiliki makna penting. Kedua komoditas tersebut memiliki karakter berbeda, namun sama-sama lahir dari tanah Bondowoso dan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat.
“Kalau kita berbicara tentang kopi dan tembakau, maka kita berbicara tentang perjuangan para petani,” tegasnya.
Perjuangan Petani Harus Berujung pada Nilai Tambah
Bupati mengapresiasi para petani kopi dan tembakau di Kabupaten Bondowoso yang selama ini terus menjaga produktivitas dan kualitas komoditas daerah.
Menurutnya, setiap hasil kopi maupun tembakau yang dinikmati masyarakat merupakan buah dari kerja keras, keringat, ketekunan, usaha, serta tradisi yang diwariskan para petani.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen agar potensi tersebut tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Peningkatan nilai ekonomi harus dilakukan melalui pengolahan, pengemasan, promosi inovatif, penetrasi pasar, serta penguatan posisi petani dalam rantai nilai tambah.
“Tekad kita adalah meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing kedua komoditas ini melalui pengolahan, pengemasan yang menarik, promosi-promosi inovatif, penetrasi pasar, serta penguatan peran petani dalam rantai nilai tambah,” katanya.
Langkah tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arah RPJMD Kabupaten Bondowoso 2026–2029, khususnya dalam mewujudkan pembangunan ekonomi inklusif dengan memanfaatkan potensi perekonomian lokal secara berkelanjutan.
Visi pembangunan tersebut diarahkan untuk mewujudkan Bondowoso yang tangguh, unggul, berdaya saing global dan berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan.
Kenalkan Kopi Argopuro dan Ijen, Tembakau Khas Bondowoso
Melalui festival tersebut, masyarakat dan para tamu juga diajak untuk semakin mengenal kekayaan komoditas lokal Bondowoso.
Bupati mengajak seluruh peserta dan pengunjung menikmati karakter serta cita rasa kopi khas Bondowoso, sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan tembakau daerah, termasuk tembakau dari kawasan Bondowoso.
“Sebagai wujud nyata mengapresiasi keunggulannya, mari kita nikmati bersama harum dan cita rasa kopi Argopuro serta kopi Ijen, sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan khas tembakau Bondowoso,” ungkapnya.
Ia berharap festival tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperluas jejaring, bertukar pengetahuan, melahirkan kolaborasi baru, serta memperkuat reputasi kopi dan tembakau Bondowoso di tingkat nasional dan internasional.
Ada Kabar Baik dari OJK dan Peluang Dukungan AILO.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hamid Wahid juga menyampaikan kabar positif terkait pengembangan sektor kopi di Bondowoso.
Ia mengungkapkan adanya perkembangan terkait rencana menjadikan Bondowoso sebagai salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian dalam pengembangan perkopian, setelah adanya kunjungan perwakilan AILO ke Bondowoso.
Menurutnya, apabila peluang tersebut terealisasi, dukungan program dari ILO, termasuk dukungan di tingkat nasional, diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan dan perkembangan industri kopi Bondowoso, khususnya dari sisi daya saing dan peningkatan nilai tambah.
Bupati juga menyebut Menteri PPN/Bappenas dijadwalkan hadir pada penutupan festival pada 4 September 2026.
“Kita berharap program-program yang nantinya didukung dan dilahirkan oleh AILO, terutama di tingkat nasional dengan support oleh Menteri Bappenas yang nanti juga akan hadir pada penutupan festival ini, dapat semakin menggairahkan kita untuk bersemangat menggelorakan kembali dan menghidupkan kembali dinamika serta kreativitas dalam pengembangan kopi di Kabupaten Bondowoso,” tuturnya.
Ajak Masyarakat Jadi Tuan Rumah yang Baik
Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau 2026 juga dilengkapi berbagai perlombaan dan kompetisi yang menguji keterampilan, ketelitian, pengetahuan, cita rasa, serta kreativitas peserta dalam mengolah potensi kopi dan tembakau.
Bupati mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan festival tersebut sebagai wadah pembelajaran serta membangun jejaring dan kolaborasi.
“Saya ucapkan selamat berkompetisi. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan festival ini sebagai wadah belajar, memperkuat jejaring, serta menciptakan kolaborasi-kolaborasi baru,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Bondowoso bahu-membahu dan bergotong royong menyukseskan festival dengan menunjukkan keramahan sebagai tuan rumah.
Bupati berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani, pelaku usaha, UMKM, komunitas, serta seluruh masyarakat Bondowoso.
Sebelum membuka festival, Abdul Hamid Wahid menyampaikan pantun:
“Harum aroma kopi di cangkir kaca,
Tembakau Bondowoso mutu utama.
Mari bersama sukseskan acara,
Bahu-membahu membangun daerah tercinta.”
Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Bupati Bondowoso Dr. Abdul Hamid Wahid secara resmi membuka Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau Tahun 2026.
Festival tersebut diharapkan menjadi momentum untuk semakin mengangkat harkat dan martabat perekonomian masyarakat Bondowoso melalui penguatan komoditas kopi dan tembakau yang berkelanjutan, berdaya saing, serta mampu menembus pasar yang lebih luas. (Red)


