Bapenda Bondowoso Dorong Optimalisasi PBJT, Slamet Yantoko: Pajak Daerah untuk Perkuat Pembangunan

BONDOWOSO, ulas.co.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso terus berupaya mengoptimalkan penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebagai salah satu sumber penting Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu yang digelar di Aula Dinas Pariwisata Kabupaten Bondowoso, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang melibatkan para pelaku usaha, khususnya sektor perhotelan dan restoran tersebut, menjadi ruang koordinasi sekaligus forum diskusi antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan wajib pajak.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko, menegaskan bahwa optimalisasi penerimaan PBJT tidak semata-mata berkaitan dengan upaya meningkatkan pendapatan daerah.

BACA JUGA: Pkb Soroti 18 Catatan Strategis Dalam Perubahan Apbd 2026!Gina Belanza Anggaran Harus Benar Benar Jawab Kebutuhan Rakyat

Menurutnya, yang tidak kalah penting adalah membangun pemahaman bersama serta meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban perpajakan daerah.

“Melalui FGD ini, kami ingin membangun komunikasi dan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha. Harapannya, para wajib pajak semakin memahami kewajibannya, sementara pemerintah juga dapat memberikan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.

Slamet menilai, sektor perhotelan dan restoran memiliki peran strategis dalam mendukung penerimaan pajak daerah. Karena itu, diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha agar potensi penerimaan PBJT dapat dikelola secara optimal.

Namun demikian, ia menekankan bahwa optimalisasi pajak harus dilaksanakan dengan prinsip transparansi, efektivitas dan keadilan.

Pemerintah daerah, kata Slamet, tidak hanya menuntut kepatuhan wajib pajak, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan sistem pengelolaan pajak yang profesional dan memberikan kepastian kepada para pelaku usaha.

“Pajak daerah yang dikelola dengan baik harus memberikan manfaat yang kembali kepada masyarakat. Karena penerimaan yang masuk ke daerah nantinya menjadi bagian dari kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik,” katanya.

Melalui forum tersebut, Bapenda Bondowoso juga membuka ruang dialog dengan para pelaku usaha untuk membahas berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kewajiban PBJT.

Dengan adanya komunikasi dua arah, pemerintah berharap dapat menemukan solusi terhadap berbagai kendala sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak.

Optimalisasi penerimaan PBJT diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan PAD Kabupaten Bondowoso.

BACA JUGA: Viral Video Dugaan Bullying Remaja di Bondowoso Polisi dan Dinsos P3akb Turun Tangan Dampingi Korban

Warga Tegalampel Bondowoso Digemparkan Penemuan Lansia Kendat di Gardu

Peningkatan PAD dinilai penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah, sehingga pemerintah memiliki kemampuan yang lebih besar dalam membiayai berbagai program pembangunan.

“Pada akhirnya, tujuan kita adalah bagaimana penerimaan daerah bisa optimal dan dikelola untuk kepentingan masyarakat. Semakin baik PAD kita, tentu semakin besar pula kemampuan daerah dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Slamet.

Melalui FGD tersebut, Bapenda Kabupaten Bondowoso berharap terbangun kesamaan pemahaman antara pemerintah daerah dan pelaku usaha bahwa kepatuhan terhadap pajak bukan hanya sebuah kewajiban, melainkan bentuk partisipasi bersama dalam mendorong pembangunan Kabupaten Bondowoso.(red)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *