Puskesmas Pujer Raih Terbaik 1 Pengelolaan PTM 2025, CKG dan Prolanis Masuk Tiga Besar Bondowoso

BONDOWOSO, ulas.co.id – Puskesmas Pujer kembali mencatatkan prestasi dalam bidang pelayanan kesehatan. Fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Bondowoso itu berhasil meraih penghargaan Terbaik 1 Pengelolaan Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Kabupaten Bondowoso Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), yang diikuti seluruh puskesmas se-Kabupaten Bondowoso. Kegiatan berlangsung di Grand Padis Hotel, Rabu (16/9/2026).
Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi Puskesmas Pujer dalam memperkuat pelayanan promotif dan preventif, terutama untuk mencegah serta mengendalikan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Kepala Puskesmas Pujer, dr. Indah Zuhdiyah Sari, menjelaskan bahwa penghargaan yang diraih merupakan hasil dari pelaksanaan program secara konsisten, dengan sejumlah indikator yang menjadi bagian dari penilaian pengelolaan PTM.
“Pengelolaan PTM ini salah satunya berkaitan dengan penanganan penyakit yang sebenarnya bisa kita cegah atau kita kendalikan intensitasnya, seperti hipertensi dan diabetes,” ujar Indah saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).
BACA JUGA: Reklame Ditertibkan Pad Dioptimalkan Bapenda dan Satpol Pp BondowosoPerkuat Tertib Pajak Daerah
CKG dan Prolanis Jadi Penguatan Pengendalian Penyakit Kronis.
Menurut Indah, pengendalian penyakit tidak menular tidak cukup dilakukan melalui pelayanan di dalam gedung puskesmas. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi pasien.
Salah satu upaya yang dijalankan Puskesmas Pujer adalah program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut turut mencatatkan prestasi dengan mengantarkan Puskesmas Pujer meraih peringkat kedua dalam capaian kinerjanya.
“Selain penghargaan PTM, sebelumnya kami juga mendapat juara dua untuk kinerja Cek Kesehatan Gratis dan juara lima untuk kinerja puskesmas,” jelasnya.
Selain CKG, Puskesmas Pujer juga mengembangkan pelayanan berbasis masyarakat melalui klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang dilaksanakan secara berkelanjutan di setiap desa.
Program tersebut menyasar peserta BPJS Kesehatan yang mengalami hipertensi maupun diabetes. Kegiatan dilakukan setiap bulan, meliputi pemeriksaan kesehatan, senam bersama, pengobatan, hingga pemantauan lanjutan terhadap kondisi pasien.
“Untuk warga yang memiliki hipertensi dan diabetes, kami lakukan pemeriksaan, senam bersama, pengobatan dan follow up secara konsisten setiap bulan,” ungkap Indah.
Capaian Program Masuk Tiga Besar
Konsistensi pelaksanaan program tersebut turut tercermin dalam capaian pelayanan kesehatan Puskesmas Pujer. Hingga periode Januari-Juni 2026, kinerja CKG maupun Prolanis disebut berhasil masuk dalam jajaran tiga besar di Kabupaten Bondowoso.
Indah menegaskan bahwa berbagai pencapaian tersebut akan terus dipertahankan dan ditingkatkan hingga akhir 2026.
Bagi Puskesmas Pujer, keberhasilan program bukan hanya diukur dari penghargaan yang diterima, melainkan juga dari sejauh mana pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat dan membantu pasien mengendalikan penyakit secara berkelanjutan.
Masyarakat Diminta Aktif Periksa Kesehatan
Di tengah upaya penguatan pelayanan, Indah mengajak masyarakat Kecamatan Pujer untuk lebih aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. Dukungan program Universal Health Coverage (UHC) diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan pembiayaan dalam mengakses layanan kesehatan.
“Untuk warga Kecamatan Pujer, kami berharap bisa lebih aktif memeriksakan kesehatannya. Dengan dukungan program UHC, tidak ada lagi hambatan utama terkait biaya,” tuturnya.
Dinkes Bondowoso Evaluasi P2p 2026 Ckg Tembus 38 Persen dan Kasus Hiv Menurun
Puskesmas Jambesari Raih Penghargaan Penemuan Penyakit Menular Sesuai Standar
Ia mengingatkan bahwa hipertensi dan diabetes membutuhkan pengobatan serta pemantauan secara teratur. Masyarakat pun diimbau tidak menunggu munculnya keluhan berat sebelum melakukan pemeriksaan.
“Jangan ragu menggunakan fasilitas kesehatan yang sudah disediakan pemerintah. Dengan pemeriksaan rutin, potensi masalah kesehatan yang tidak diharapkan bisa terdeteksi lebih awal,” imbuhnya.
Indah turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Kesehatan atas dukungan terhadap operasional puskesmas, termasuk pemenuhan kebutuhan logistik pelayanan.
Ia menilai capaian Puskesmas Pujer juga tidak terlepas dari sinergi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pujer.
Kolaborasi tersebut salah satunya dilakukan melalui upaya menggerakkan masyarakat agar berpartisipasi dalam program kesehatan. Kecamatan turut membantu mengumpulkan masyarakat, termasuk kelompok sasaran Program Keluarga Harapan (PKH), untuk mengikuti CKG, Posyandu, serta kegiatan pelayanan kesehatan lainnya.
Camat Pujer Apresiasi Dedikasi Tenaga Kesehatan.
Sementara itu, Camat Pujer Zulfikar Ardiansyah mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Pujer yang terus menjalankan berbagai program pelayanan bagi masyarakat.
Menurutnya, penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja bersama sekaligus bentuk pengabdian tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan di lapangan.
“Semoga upaya yang telah menjadi pengabdian ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah Kecamatan Pujer,” katanya.
Zulfikar juga berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan Puskesmas Pujer agar terus mempertahankan semangat pengabdian dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Untuk semua Nakes di Puskesmas Pujer, saya berharap tidak lelah dan terus memberikan pengabdian mulia bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami akan senantiasa mendukung semaksimal mungkin setiap program mulia yang dicanangkan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Red)


