Kejari Bondowoso Kawal 105 Proyek Revitalisasi Sekolah, Pastikan Pelaksanaan Tepat Waktu dan Utamakan Produk Lokal

BONDOWOSO, ulas.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso melalui tim pengawalan dan pengamanan proyek strategis daerah turut memastikan pelaksanaan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Bondowoso berjalan sesuai ketentuan, tepat waktu, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Selasa (6/10/2026).
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso, Dr. David Palapa Duarsa, S.H., M.H., mengatakan, pihaknya bersama Bupati Bondowoso dan Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik proyek revitalisasi sekolah yang saat ini tengah dalam proses pengerjaan.
Menurutnya, di Kabupaten Bondowoso terdapat sekitar 105 proyek revitalisasi sekolah yang menjadi bagian dari program pemerintah dan perlu mendapatkan pengawalan bersama agar pelaksanaannya berjalan optimal.
“Harapan kami dalam pelaksanaan proyek revitalisasi nanti ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, sehingga selanjutnya dari 105 tersebut bisa bertambah kembali, khususnya untuk revitalisasi sekolah,” ujar David.
Ia menjelaskan, pengawalan tersebut tidak hanya dilakukan ketika proyek sudah berjalan. Kejari Bondowoso akan terlibat dalam pengawalan sejak tahap perencanaan hingga pekerjaan selesai.
Hal itu merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama atau MoU yang telah dilakukan di tingkat Provinsi Jawa Timur dengan jajaran Dinas Pendidikan maupun pemerintah pusat.
“Kami akan melakukan pengawalan dan pengamanan dalam pelaksanaannya, mulai dari perencanaan sampai dengan penyelesaian pekerjaannya,” jelasnya.
David juga meminta seluruh kepala sekolah untuk segera berkoordinasi apabila menemukan kendala dalam pelaksanaan proyek. Kepala sekolah dapat menyampaikan persoalan tersebut melalui Dinas Pendidikan untuk kemudian dikoordinasikan dengan tim pengawalan.
“Apabila ada hambatan terhadap pelaksanaannya, dapat memberitahu koordinasi pendidikan, kemudian menyampaikan kepada kami untuk kami tindak lanjuti,” katanya.
Dari hasil peninjauan terhadap sejumlah sekolah, David menyebut secara umum pelaksanaan proyek berjalan dengan baik. Namun, masih ditemukan beberapa hal yang perlu segera dibenahi, khususnya berkaitan dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“Tiga yang kami cek semua sudah berjalan dengan baik. Hanya memang ada beberapa yang perlu kami sampaikan. Sebenarnya sudah dilaksanakan, tapi posnya saja yang belum ada terkait dengan K3,” ungkapnya.
Ia menegaskan, aspek K3 menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek karena menyangkut keamanan dan keselamatan para pekerja di lokasi pembangunan.
Karena itu, pihaknya meminta pelaksana untuk melengkapi fasilitas K3, memasang banner informasi serta menyediakan pos K3 di lokasi pekerjaan.
“Kami minta untuk dipasang banner dan dibuatkan pos K3-nya. Sebenarnya pekerjaannya sudah dilaksanakan,” tegas David.
Selain memastikan aspek teknis dan keselamatan, Kejari Bondowoso juga akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan proyek berdasarkan laporan yang disampaikan kepada pihaknya. Pengawasan tersebut akan dilakukan dengan mencocokkan laporan administrasi dengan kondisi faktual di lapangan.
“Secara laporan keuangan saja lapor kepada kami dan kami akan mengecek ulang di lapangan. Ini memang program pemerintah yang wajib kita kawal bersama,” ujarnya.
David menambahkan, program revitalisasi sekolah tersebut merupakan program pemerintah yang harus dikawal secara bersama-sama agar pelaksanaannya benar-benar memberikan hasil sesuai tujuan.
Untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama (SD dan SMP sederajat) di Kabupaten Bondowoso, penanganannya berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso. Sementara untuk SMA sederajat menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dalam pelaksanaan revitalisasi tersebut, pemerintah juga didorong untuk mengutamakan penggunaan produk dan bahan dari pelaku usaha lokal sepanjang memenuhi ketentuan dan kebutuhan pekerjaan.
“Karena ini sifatnya pekerjaan swakelola, maka bahan-bahan juga dapat dipastikan bahwa itu produk lokal. Kita utamakan produk lokal,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi


