Hadapi Anomali Iklim, DPKP Bondowoso Berikan Pelatihan Budidaya Tembakau

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) kabupaten Bondowoso saat lakukan Pelatihan Budidaya Tembakau Petani bersama komisi II DPRD, Kepala BPJS ketenagakerjaan serta saat di wawancarai beberapa media (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Menghadapi anomali iklim, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso lakukan Pelatihan Budidaya Tembakau Petani yang terdapat dalam kelompok di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gunung Anyar Kecamatan Tapen mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki hasil pertanian musim ini.
Pelatihan tersebut digelar di kantor BPP Gunung Anyar Kecamatan Tapen, Senin (7/7/2025) diikuti oleh 50 petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso Hendri Widotono mengatakan, pelatihan ini salah satu bukti kehadiran pemerintah bagi petani tembakau.
Pelatihan di BPP Gunung Anyar ini menjadi yang terakhir tahun ini dari 7 BPP yang ada di Bondowoso.
Hendri mengatakan, bahwa petani tembakau merupakan petani dengan ketidakpastian hasil tani paling tinggi, terlebih saat ini menghadapi anomali iklim yang tidak menentu.
“Kita mendengar sendiri keluhan petani, mereka bukan hanya tambal sulam bibir tapi mengulang menanam dari awal sampai ada yang empat kali,” ujarnya.
Banyak petani tembakau di Bondowoso yang tetap nekat menanam tembakau, meskipun kendala cukup tinggi, karena tembakau menjadi komoditi yang cukup diandalkan dan hanya setahun sekali.
“Tadi ada yang bilang kalau musim tembakau tidak tanam tembakau, petani tidak laki,” tutur Hendri.
Namun, meskipun anomali iklim yang tidak menentu, kata Hendri Widotono, pihaknya tetap melakukan pendampingan dan penyuluhan guna meminalisir dampak gagal panen atau kerugian yang bisa didapat oleh petani dengan rekayasa di lahan.
“Karena musim hujan kami sarankan memperdalam saluran diladang mereka, atau dengan menanam dengan plastik mulsa,” pungkasnya. (Yus)







