Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) Dorong Transformasi Pembelajaran di Bondowoso

Bupati Bondowoso saat foto bersaa dan saat wawancara ke beberapa media (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dinilai menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran di era revolusi industri 4.0. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid dalam sebuah kegiatan pendidikan yang melibatkan kerja sama berbagai pihak, termasuk Universitas Negeri Malang (UM).

Menurut Bupati, revolusi industri 4.0 bukan lagi sekadar wacana, namun telah menjadi kenyataan yang hadir dalam kehidupan masyarakat.

“Kita harus membuka wawasan pengetahuan dan keterampilan bagi semua pihak, khususnya di bidang pendidikan. Kecerdasan buatan dan ciri khas revolusi industri 4.0 ini sudah nyata kita hadapi,” ujarnya.

Ia mencontohkan, bagaimana pandemi COVID-19 yang lalu telah memaksa masyarakat untuk terbiasa dengan teknologi, termasuk pertemuan daring.

Menurutnya, hal tersebut adalah bukti bahwa masyarakat mampu beradaptasi bila perubahan didorong secara masif dan kolektif.
“Kita menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan berharap ada percepatan transformasi masyarakat dalam memposisikan diri di era 4.0,” tambahnya.

Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Juharyanto, M.M., M.Pd, Dosen Universitas Negeri Malang sekaligus Kepala Pusat Media, Sumber Belajar, dan Pendidikan Jarak Jauh UM, menyampaikan pentingnya guru dan kepala sekolah untuk memiliki kemampuan melakukan transformasi digital.

“Transformasi digital dan kecerdasan buatan bukan hal baru, tetapi intervensinya sangat kuat terhadap perubahan global maupun nasional,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa tanpa pendampingan, pemanfaatan AI justru dapat berdampak negatif.

“Semua bentuk transformasi bisa berdampak negatif jika tidak disertai pendampingan. Maka perlu ada upaya sistematis agar setiap perubahan memberi penguatan bagi guru, agar sekolah tidak tertinggal dari masyarakat atau siswanya sendiri,” tegasnya.

Juharyanto juga menekankan, pentingnya memberikan bekal dan pemahaman yang benar dalam menghadapi perubahan teknologi.

“Anak-anak tetap perlu pendampingan dalam belajar, agar arah pembelajaran tetap sesuai tujuan dan mampu mengembangkan mutu manusia,” tutupnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan pendidikan yang adaptif dan relevan dengan tantangan zaman, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Kepala Dinas Pendidikan: Guru Jadi Kunci Adaptasi Teknologi

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Haeriah Yuliati, turut mendukung penuh dan mengapresiasi pelatihan AI ini sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan di daerah.

“Guru adalah kunci, kalau gurunya belum memahami AI, bagaimana bisa mengajarkan ke siswa. Karena itu, pembekalan ini sangat penting,” jelasnya.

Haeriah juga sejalan dengan program Kementerian Pendidikan yang mendorong literasi teknologi seperti coding dan AI di sekolah.

“Upaya ini akan menjadi fondasi kuat untuk menciptakan generasi cakap teknologi yang mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya. (Yus)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *