Astono Ingatkan Jamaah Haji Bondowoso Jangan Bawa “Barang Ajaib” ke Kabin Pesawat

Kementrian haji dan umroh kabupaten Bondowoso Astono saat dikonfirmasi beberapa media (foto fok: Istimewa)
Bondowoso, ulas.co.id – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bondowoso, Astono, mengingatkan seluruh calon jamaah haji agar mematuhi aturan penerbangan internasional dengan tidak membawa barang-barang terlarang ke dalam tas kabin pesawat.
Pesan itu disampaikan Astono dalam kegiatan pembekalan jamaah haji. Suasana sosialisasi pun sempat mencair karena penyampaian yang santai namun penuh makna, terutama saat menjelaskan berbagai barang yang kerap membuat jamaah tertahan di pemeriksaan bandara.
“Jangan sampai yang lolos ke Tanah Suci malah helbeh-nya, sementara jamaahnya sibuk di pemeriksaan,” ujar Astono. Selasa (12/5/2026).
Ia menegaskan, benda tajam seperti gunting, pisau, cutter hingga alat potong kuku dalam jumlah berlebihan tidak diperbolehkan berada di tas kabin. Untuk kebutuhan sunnah ihram, jamaah diminta cukup membawa satu alat potong kuku dalam satu regu agar dapat digunakan bersama.
“Tidak perlu satu orang satu gunting kuku. Ini mau haji, bukan buka konter manikur,” katanya disambut gelak tawa jamaah.
Selain itu, Astono juga mengingatkan agar jamaah tidak membawa cairan lebih dari 100 mililiter karena akan disita petugas keamanan bandara. Ia menyarankan perlengkapan mandi dibawa dalam kemasan kecil atau sachet agar lebih praktis dan aman.
“Biar yang wangi bukan cuma jamaahnya, tapi satu ruang pemeriksaan bandara,” ujarnya.
Tak hanya itu, makanan maupun barang dengan aroma menyengat seperti durian, terasi, telur, susu, madu hingga helbeh dalam kemasan besar juga diminta tidak dibawa selama perjalanan udara.
“Terasi itu mungkin enak di rumah, tapi kalau dibuka di pesawat bisa bikin penumpang sebelah pindah keyakinan tempat duduk,” selorohnya.
Astono juga menegaskan bahwa seluruh jenis korek api, vape maupun rokok elektrik dilarang keras dibawa oleh jamaah selama penerbangan. Sedangkan power bank hanya diperbolehkan dengan kapasitas maksimal 20.000 mAh dan wajib ditempatkan di tas kabin.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan penerbangan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran perjalanan ibadah haji. Ia berharap seluruh jamaah asal Bondowoso dapat berangkat dengan nyaman, aman dan tanpa kendala saat pemeriksaan di bandara menuju Tanah Suci.
Penulis: Redaksi







