Sinergi Satgas PPA Bondowoso Ikuti Zoom Perkuat Penanganan Kasus Perempuan dan Anak Semakin Komprehensif

Kabid PPPA Dinsos P3AKB Bondowoso bersama tim satgas ikuti Zoom meeting pelatihan manajemen kasus (foto dok: istimewa)
Bondowoso, ulas.co.id – Kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam penanganan kasus perempuan dan anak di Kabupaten Bondowoso terus diperkuat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan teknik asesmen dan manajemen kasus yang melibatkan berbagai unsur dalam Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Kamis (7/5/2026).
Ketua Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Dewan Pengurus Daerah Provinsi Jawa Timur, Jumali Sapta Agung, S.Sos menegaskan bahwa asesmen menjadi fondasi utama dalam penanganan kasus karena menentukan arah intervensi yang akan dilakukan terhadap korban.
Menurutnya, asesmen bukan sekadar proses pengumpulan data, tetapi juga menjadi dasar penyusunan rencana pemecahan masalah secara tepat dan terukur.
“Asesmen membantu memahami kompleksitas masalah yang dialami klien, menguraikan kebutuhan prioritas, hingga menjadi dasar penyusunan intervensi dan monitoring perkembangan korban,” ujar Jumali saat Zoom.
Ia menjelaskan, dalam manajemen kasus diperlukan kerja tim multidisiplin yang melibatkan berbagai pihak mulai dari pekerja sosial, psikolog, pendamping, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga unsur pendidikan dan tokoh masyarakat.
“Penanganan kasus perempuan dan anak tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada sinergi mulai dari tingkat pendampingan, rujukan hingga dukungan agar korban mendapatkan layanan secara menyeluruh,” katanya.
Jumali menambahkan, koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam memastikan korban memperoleh perlindungan, rehabilitasi sosial, layanan kesehatan, bantuan hukum hingga pemenuhan hak pendidikan.
Sementara itu, Kabid PPPA Dinas Sosial P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily mengatakan penguatan kapasitas Satgas PPA terus dilakukan agar penanganan kasus di lapangan semakin cepat dan tepat.
Menurutnya, sinergi antaranggota Satgas PPA saat ini berjalan semakin baik dalam melakukan penanganan maupun pendampingan korban perempuan dan anak.
“Kolaborasi dan sinergi tim Satgas PPA semakin baik dalam penanganan dan pendampingan kasus, baik kasus perempuan maupun anak,” ungkap Hafidhatullaily.
Ia menyebutkan, keterlibatan lintas sektor sangat membantu dalam memberikan perlindungan yang komprehensif kepada korban, mulai dari proses identifikasi, asesmen, intervensi, monitoring hingga terminasi kasus.
Dalam manajemen kasus, lanjutnya, juga digunakan berbagai instrumen pendukung seperti formulir asesmen awal, konferensi kasus, reunifikasi keluarga hingga metode genogram, ecomap dan life road map untuk memperkuat analisis kondisi korban.
Dengan penguatan asesmen dan kerja sama lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap penanganan kasus perempuan dan anak dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, profesional dan berorientasi pada pemulihan korban.
Penulis: Redaksi







