Ahmad Dhafir Tegaskan: DPRD Tak Pernah Ada Anggaran Rapat di Hotel

Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso H. Ahmad Dhafir didampingi Wakil Ketua Sinung Sudrajat saat usai rapat paripurna (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, tampil lugas membantah isu yang menyebut DPRD menggunakan anggaran daerah untuk rapat di hotel. Dalam pernyataannya, beliau menegaskan bahwa tidak pernah ada pos anggaran untuk rapat DPRD di hotel dalam APBD 2025, dan seluruh kegiatan dewan sepenuhnya dilaksanakan di lingkungan kantor DPRD.
“Silakan cek APBD 2025. Tidak ada anggaran rapat DPRD di hotel. Semua kegiatan kami dilakukan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan,” tegas Ahmad Dhafir. Minggu malam (29/9/2025) saat usai rapat paripurna di Aula Graha Paripurna gedung DPRD setempat.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas beredarnya isu liar yang dinilai dapat menyesatkan opini publik. Dhafir menyebut, penyusunan APBD telah melalui proses Musrenbang yang terbuka dan partisipatif, dimulai sejak Maret 2024, di mana seluruh usulan DPRD disalurkan melalui Sekretariat DPRD, bukan atas kemauan pimpinan.
Lebih lanjut, Ahmad Dhafir menjelaskan bahwa jika pun terdapat rapat di luar kota, hal itu semata-mata untuk konsultasi ke tingkat provinsi atau pembahasan Perda, dan dilaksanakan secara efisien, bahkan seringkali tanpa menginap karena keterbatasan anggaran.
“Kami hemat, kami efisien. Bahkan jika harus ke luar kota, rapat sering dilakukan malam hari dan langsung kembali. Tidak ada gaya hidup mewah di DPRD,” ujarnya.
Menariknya, Dhafir justru menyoroti praktik yang dilakukan oleh beberapa instansi eksekutif daerah. Ia menyebut, beberapa OPD mengadakan rapat di hotel hingga ke luar kota bersama para camat dan kepala dinas, termasuk ke destinasi seperti Malang, Yogyakarta, bahkan Bali.
Salah satu temuan yang disinggung adalah tagihan hotel Grand Padis Bondowoso yang nilainya cukup besar, padahal hotel tersebut hanya berjarak beberapa menit dari kantor bupati dan pendopo.
“Silakan telusuri, siapa yang memakai hotel-hotel tersebut? Bukan kami. Kami tidak punya anggaran untuk itu,” jelasnya.
Ketua DPRD ini juga menyerukan pentingnya transparansi anggaran oleh eksekutif, dan mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan sampai publik dibingungkan oleh isu-isu yang tak berdasar. Mari kita jaga bersama integritas pemerintahan,” imbuhnya.
Menutup pernyataannya, H. Ahmad Dhafir menegaskan bahwa DPRD Bondowoso tetap teguh dalam menjaga marwah lembaga legislatif. Seluruh anggaran yang digunakan, kata dia, dipastikan sesuai peruntukannya dan berpihak kepada rakyat.
“Kami tidak mencari kenyamanan pribadi. Kami bekerja demi rakyat dan demi masa depan Bondowoso yang lebih baik,” pungkasnya. (Yus)







