Perhutani Bondowoso Resmikan Pembangunan Musholla As Syajaroh, Wujud Penguatan Nilai Spiritual di Lingkungan Kehutanan

Administratur KPH Perhutani Bondowoso saat foto bersama dan saat peletakan batu pertama musholla As-Syajaroh
Bondowoso, Ulas.co.id – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso resmi memulai pembangunan Musholla As Syajaroh melalui prosesi peletakan batu pertama di kawasan perkantoran BKPH Klabang dan BKPH Wonosari. Prosesi simbolis ini dipimpin langsung oleh Administratur Perhutani Bondowoso, Misbakhul Munir, bersama jajaran manajemen, Asper Klabang dan Wonosari, KRPH, para mandor, serta disaksikan tokoh masyarakat dan pemuda sekitar. Rabu (19/11/2025).
Baca juga: https://ulas.co.id/bondowoso-banyuwangi-mantapkan-langkah-menuju-revalidasi-geopark-ijen-2026/
Pembangunan musholla tersebut menjadi bukti nyata komitmen Perhutani Bondowoso dalam menyediakan sarana ibadah yang layak bagi karyawan dan masyarakat sekitar hutan. Selain sebagai tempat peribadatan, Musholla As Syajaroh juga dirancang menjadi ruang yang nyaman bagi para musafir dan pengunjung, mengingat lokasi BKPH Klabang berada di kawasan teduh dan strategis, berdekatan dengan café serta destinasi wisata taman bunga Scadoxus multiflorus atau “bunga Desember” yang sempat menarik perhatian publik ketika dikunjungi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-bondowoso-dorong-pengembangan-agroforestry-kopi-dan-alpukat-hass-terobosan-baru-untuk-masyarakat-ijen/
Dalam sambutannya, Misbakhul Munir menegaskan bahwa pembangunan Musholla As Syajaroh merupakan langkah penting dalam memperkuat nilai keagamaan di lingkungan kerja Perhutani. Ia menekankan bahwa fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai pusat pembinaan spiritual dan pengikat kebersamaan.
“Pembangunan Musholla As Syajaroh ini tidak hanya menjadi fasilitas ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pemersatu masyarakat. Semoga proses pembangunannya berjalan lancar, diberi kemudahan, dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Munir.
Baca juga: https://ulas.co.id/penyaluran-blt-dbhcht-tahap-ii-di-bondowoso-71-buruh-pabrik-rokok-terima-bantuan-pemerintah-tegaskan-tanpa-potongan/
Munir juga menambahkan bahwa upaya ini sejalan dengan semangat Perhutani Bondowoso dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif sekaligus religius. Dengan menghadirkan sarana ibadah yang layak, Perhutani berharap nilai keimanan dan ketakwaan semakin mengakar kuat dalam pelaksanaan tugas kehutanan maupun hubungan sosial dengan masyarakat desa hutan.
Baca juga: https://ulas.co.id/bondowoso-perkuat-regulasi-dan-kolaborasi-lintas-sektor-untuk-percepatan-eliminasi-tbc/
Asper BKPH Klabang, Eko Harianto, turut menyampaikan apresiasinya atas dimulainya pembangunan fasilitas tersebut. Ia menilai musholla ini akan menjadi sarana vital yang sangat bermanfaat bagi pegawai dan warga sekitar.
“Semoga pembangunan musholla ini berjalan lancar dan segera dapat digunakan, sehingga memberikan kenyamanan bagi pegawai Perhutani maupun masyarakat sekitar dalam beribadah,” ungkapnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-bondowoso-perkuat-kemitraan-produktif-dengan-petani-kopi-lmdh-rengganis-wujud-nyata-hutan-lestari-masyarakat-sejahtera/
Dengan dimulainya pembangunan Musholla As Syajaroh, Perhutani Bondowoso berharap fasilitas ini akan menjadi simbol kebersamaan, penguat nilai spiritual, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pihak yang memerlukan sarana ibadah yang nyaman dan representatif.







