Dandim 0822 Bondowoso Tunjukkan Komitmennya Dukung Kelancaran Pelaksanaan Program SPPG

Dandim 0822 Bondowoso saat gelar haering bersama ketua dan perwakilan SPPG da saat di konfirmasi media (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co,id – Komando Distrik Militer (Kodim) 0822 Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran dan ketahanan pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG). Salah satu penekanan penting yang disampaikan langsung oleh Dandim 0822, Ahcmad Yani, adalah pentingnya simulasi penanganan darurat, khususnya di dapur umum dan titik-titik pelayanan penerima manfaat.
Dalam arahannya, Dandim menyoroti perlunya kesiapsiagaan di semua lini, termasuk call center dan Satgas yang sudah terbentuk.
“Kalau ada permasalahan di lapangan, terutama di titik penerima manfaat, saya harapkan SPG segera melapor ke PPG-nya. Dari situ bisa langsung ditindaklanjuti oleh Satgas,” tegas Dandim.
Simulasi: Dari Kebakaran hingga Keracunan Makanan. Dandim juga menyampaikan bahwa simulasi kondisi darurat mutlak diperlukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, mulai dari kebakaran di dapur, mati listrik, hingga keracunan makanan. Ia menyampaikan pengalaman simulasi internal yang pernah dilakukan di lingkungan Kodim.
“Misalnya pagi-pagi dapur tidak bisa memasak karena listrik padam, atau bagaimana jika ada siswa yang keracunan? Siapa bertanggung jawab, ke mana dirujuk, bagaimana tindak lanjutnya? Ini semua harus disimulasikan,” ujarnya.
Kondisi geografis Bondowoso yang cukup menantang juga menjadi pertimbangan penting, terutama bagi titik-titik penerima manfaat yang jauh dari fasilitas kesehatan seperti Puskesmas atau rumah sakit.
14 Dapur Telah Beroperasi, 8 Lagi Siap Menyusul
Hingga saat ini, tercatat 14 dapur SPPG telah resmi beroperasi di Bondowoso, dengan jumlah penerima manfaat bervariasi.
“Yang terbanyak mencapai 3.700 orang, paling sedikit sekitar 270-an,” ungkap Dandim.
Lebih lanjut Dandim menjelaskan, bahwa dalam waktu dekat akan ada penambahan 8 dapur baru yang sedang dalam tahap finalisasi.
“Beberapa sudah ditentukan kepala SPPG-nya, dan akan segera membuat akun virtual untuk pengajuan anggaran,” katanya.
Dari total 43 dapur yang terdaftar, tinggal 35 yang masih dalam proses persiapan atau verifikasi. Beberapa terkendala karena lokasi yang tidak memenuhi syarat.
“Ada yang mengajukan titik dapur tapi ternyata lokasinya di tengah jalan, ini kan tidak masuk akal,” imbuhnya.
Transparansi dan Pengawasan Jadi Kunci
Dandim juga menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan, termasuk pemasangan CCTV di dapur dan pelaporan berkala.
“Harapan saya, dari dapurnya sendiri sudah ada pengawasan. Jangan sampai ada yang coba-coba. Semua harus tertib dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Dengan kesiapan yang matang, koordinasi yang solid, serta simulasi yang rutin, diharapkan pelaksanaan program SPPG di Bondowoso bisa berjalan optimal, aman, dan tepat sasaran. (Yus)

