Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Inflasi, Bupati Bondowoso Luncurkan Gerakan Tanam Sayur dan Buah di Pekarangan

Bupati Bondowoso saat sambutannya (foto dok: Yusi Ulas.co.id)Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peluncuran Gerakan Tanam Sayur dan Buah di Pekarangan yang dipusatkan di Kecamatan Pakem, Jumat (30/01/2026) di pendopo Kecamatan Pakem.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas nasional sekaligus menekan inflasi harga pangan dan meningkatkan kemandirian pangan keluarga.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-abd-hamid-wahid-lantik-157-pejabat-di-lingkungan-pemkab/

Bupati Bondowoso KH. Abd. Hamid Wahid menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi ketahanan daerah dan bangsa. Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan menjadi langkah nyata dan efektif yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi dan keterbatasan sumber daya saat ini.

“Ketahanan pangan adalah dasar terpenting sebelum sektor-sektor lainnya. Melalui gerakan tanam sayur dan buah di pekarangan ini, kita ingin mendorong kemandirian pangan keluarga sekaligus berkontribusi menekan inflasi harga pangan,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/sate-ayam-berkokok-jadi-menu-spesial-mbg-di-tegal-pasir/

Bupati berharap gerakan ini tidak hanya berhenti di Kecamatan Pakem, namun dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso dengan partisipasi aktif masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Keterbatasan bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Justru dari kondisi inilah kreativitas dan inovasi harus terus kita dorong,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyaksikan penyaluran sejumlah bantuan, di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP). Pada tahun ini, Kabupaten Bondowoso berhasil menyalurkan beasiswa kepada sekitar 37.000 siswa, melampaui target awal sebanyak 10.000 penerima. Selain itu, diserahkan pula bantuan bibit tanaman dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas kepada lembaga pendidikan guna mendorong penanaman pohon bernilai manfaat di lingkungan sekolah.

Baca juga: https://ulas.co.id/kejari-bondowoso-tetapkan-ketua-gp-ansor-sebagai-tersangka-dugaan-korupsi-dana-hibah-rp12-miliar/

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati melalui Surat Keputusan Bupati terkait pendampingan percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di seluruh kecamatan.

“Gerakan tanam sayur dan buah di pekarangan ini merupakan inovasi daerah yang sejalan dengan program Presiden, khususnya dalam peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan,” jelas Mulyadi.

Baca juga: https://ulas.co.id/rotasi-jabatan-bupati-bondowoso-pastikan-tiga-nama-terbaik-masuk-tahap-akhir/

Menurutnya, masyarakat didorong untuk memanfaatkan pekarangan dengan tanaman yang mudah dibudidayakan dan bernilai ekonomi, seperti cabai, tomat, dan terong, yang dapat menunjang kebutuhan sehari-hari sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Mulyadi menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan Bank Indonesia, YDSF, Ikatan Alumni Universitas Jember, serta sejumlah mitra penggilingan padi yang menyediakan beras murah bagi masyarakat.

Pemerintah daerah juga menghadirkan layanan administrasi kependudukan gratis, bantuan alat pertanian berupa cangkul, benih padi unggul, serta dukungan lanjutan bagi petani yang direncanakan berlanjut hingga tahun 2026.

Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-tegaskan-evaluasi-program-mbg-fokus-cegah-dampak-negatif-dan-perkuat-pengelolaan-limbah/

Selain itu, Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyalurkan 1.000 bibit tanaman buah kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Bondowoso.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dapat membangun kebersamaan, memacu kreativitas, dan melahirkan inovasi di tingkat kecamatan sebagai bagian dari percepatan pembangunan menuju Bondowoso yang berkualitas, mandiri, dan berdaya saing.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-juknis-terbaru-perkuat-ekonomi-sirkular-dan-libatkan-umkm-lokal/

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *