Festival Ramadan 1447 H Resmi Dibuka, Dorong UMKM Bondowoso Tembus Omzet Rp10 Miliar

Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid dan Kadiskoperindag Bondowoso Hergiar Pratama saat sambutan di pembukaan festival Ramadan (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi membuka Festival Ramadan 1447 H di Alun-Alun Raden Bagus Asra, Jumat sore (20/02/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Hergiar Pratama, dalam laporannya menyampaikan bahwa festival tahun ini diikuti sekitar 300 pelaku UMKM kuliner dari Bondowoso dan sekitarnya.
“Festival Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan peningkatan omzet UMKM, tetapi juga sarana melestarikan nilai-nilai agama dan budaya Islam serta meningkatkan citra pariwisata Bondowoso,” ujarnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/polres-bondowoso-tebar-kebaikan-berbagi-takjil-kepada-masyarakat/
Selain bazar kuliner, rangkaian kegiatan juga meliputi apresiasi seni budaya yang melibatkan 63 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Bondowoso, pameran lukisan swadaya yang menghadirkan seniman dari Bondowoso, Jember, dan Lumajang, pelayanan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, serta bursa mobil APJM yang diikuti 25 showroom di Kabupaten Bondowoso.
Hergiar mengungkapkan, berdasarkan data Festival Ramadan tahun lalu, terjadi peningkatan omzet UMKM sekitar 30 persen dibanding hari biasa, dengan total transaksi mencapai Rp6–7 miliar selama satu bulan pelaksanaan.
“Tahun ini kami optimistis bisa meningkat hingga Rp10 miliar. Apalagi dukungan masyarakat dan partisipasi pelaku usaha semakin besar,” tambahnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/kph-bondowoso-perkuat-kompetensi-sdm-melalui-job-training-tebangan-2026/

Bupati dan Wabup Sekda Asisten kepala OPD serta Polres Bondowoso saat menabuh bedug bertanda festival Ramadan telah resmi dibuka (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Sementara itu, Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari strategi membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan.
“Ini bukan hanya acara seremonial. Kita ingin menjadikannya sebagai trigger untuk menguatkan mata rantai dan ekosistem UMKM Bondowoso. Ke depan, kualitas produk harus terus ditingkatkan, baik dari sisi standar industri, kehalalan, kesehatan, maupun jejaring pemasaran,” tegasnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/sambut-ramadhan-1447-h-perhutani-kph-bondowoso-resmikan-mushola-as-syajaroh/
Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Bondowoso tengah membuka peluang kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan LPDB untuk memperluas akses pembiayaan berbunga rendah bagi koperasi dan UMKM.
“Kita ingin UMKM Bondowoso menjadi tuan rumah di daerah sendiri, sekaligus mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/dinsos-p3akb-bondowoso-laksanakan-pendampingan-dan-asesmen-psikologis-kasus-perempuan-dan-anak/
Festival Ramadan 1447 H ini akan berlangsung mulai 18 Februari hingga 18 Maret 2026, setiap hari mulai pukul 15.00 WIB di Alun-Alun Raden Bagus Asra. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Bondowoso sebagai daerah yang religius, produktif, dan berdaya saing.
Baca juga: https://ulas.co.id/hpn-2026-iwl-tampilkan-tari-topeng-kaliwungu-lumajang/
Penulis: Redaksi







