Jembatan Ditutup Total, Pemkab Bondowoso dan PU Jatim Percepat Pembangunan Ulang

Dinas PU Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso saat usai tinjau pasca ambruknya jembatan nangkaan sukowiryo (foto dok: Yusi Ulas.co.id) 

Bondowoso, ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Dinas PU Provinsi Jawa Timur memastikan pembangunan ulang jembatan yang rusak akan segera dimulai. Penutupan total dilakukan demi keselamatan masyarakat, mengingat kondisi jembatan lama yang telah rapuh dan diperkirakan berusia lebih dari satu abad.

Kepala BSBK Kabupaten Bondowoso, Ansori, menjelaskan bahwa percepatan pembangunan dilakukan atas arahan gubernur dan hasil koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Karena kondisi jembatan sudah tidak memungkinkan dilalui, maka pelaksanaan pembangunan harus segera dimulai tanpa menunggu jadwal awal,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: https://ulas.co.id/danbrigif-tp-28-bari-fola-perkuat-soliditas-prajurit-dalam-kunjungan-kerja-ke-yonif-tp-867-satria-manggasa/

Jembatan Lebih Kokoh dan Lebar. Jembatan baru dirancang dengan spesifikasi lebih kuat menggunakan konstruksi balok girder (header) serta pelebaran dari sebelumnya 9 meter menjadi 14 meter dengan bentang sekitar 50 meter. Anggaran pembangunan mencapai Rp17,5 miliar dengan estimasi pengerjaan sekitar delapan bulan.

Ansori menegaskan, meski proyek dipercepat, kualitas dan keselamatan konstruksi tetap menjadi prioritas.

“Kami tidak ingin tergesa-gesa lalu mengorbankan mutu. Ini jembatan strategis yang diharapkan bisa bertahan hingga puluhan bahkan seratus tahun ke depan,” katanya.

Baca juga: https://ulas.co.id/kapolres-bondowoso-tinjau-lokasi-longsor-jembatan-penghubung-jalur-jember-bondowoso-pastikan-jalur-alternatif-aman/

Pemerintah Kabupaten berkomitmen melakukan penanganan cepat dengan menambal lubang-lubang agar aman dilalui.

“Memang tidak bisa langsung mulus sempurna, tetapi minimal tidak berlubang dan membahayakan pengguna jalan,” jelas Ansori.

Baca juga: https://ulas.co.id/satpol-pp-bondowoso-bersama-subdenpom-v-3-6-gelar-sosialisasi-dan-operasi-penegakan-ketertiban-waspada-wira-clurit-2026/

Dinas PU Provinsi Jawa Timur juga membuka kemungkinan dukungan material melalui program bantuan aspal, sementara pelaksanaan teknis di lapangan dilakukan oleh pemerintah kabupaten.

Selain itu, tim teknis tengah melakukan pemetaan (mapping) untuk menghitung kebutuhan material seperti aspal, agregat, dan batu guna memastikan penanganan jalan alternatif dilakukan secara terukur dan efektif.

Baca juga: https://ulas.co.id/jembatan-sukowiryo-nangkaan-bondowoso-ambruk-akses-utama-ditutup-total/

Pihak PU Provinsi juga memastikan, selama proses pembangunan berlangsung, lokasi tidak dapat dilalui sama sekali, termasuk untuk pejalan kaki. Hal itu karena struktur lama harus dibongkar total dan dilakukan penggalian mendalam demi fondasi baru yang lebih presisi dan kuat.

Jalan Alternatif Segera Ditangani

Sebagai solusi sementara, masyarakat diarahkan menggunakan jalan kabupaten. Namun diakui, terdapat sejumlah titik berlubang yang perlu segera diperbaiki.

Dampak Ekonomi Jadi Perhatian

Penutupan jembatan diakui berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar. Pemerintah daerah menyatakan tengah mengkaji langkah-langkah yang dapat meringankan beban masyarakat terdampak.

“Kami tidak ingin memberikan janji tanpa kajian. Kami akan koordinasikan lebih lanjut untuk mencari skema terbaik yang bisa membantu warga,” tambahnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/tiga-warisan-budaya-bondowoso-resmi-berstatus-nasional-khofifah-ini-fondasi-karakter-dan-kebangkitan-daerah/

Komitmen Pelayanan Publik

Pemerintah menegaskan, percepatan pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin keselamatan sekaligus menghadirkan infrastruktur yang lebih layak bagi masyarakat Bondowoso.

Dengan dukungan masyarakat dan koordinasi lintas pemerintah daerah serta provinsi, proyek ini diharapkan dapat rampung tepat waktu dan menjadi kebanggaan baru bagi warga Bondowoso untuk jangka panjang.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *