Sekda Fathur Rozi: Transformasi Budaya Kerja ASN Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global

Sekda Kabupaten Bondowoso bersama Kepala Bapenda usai rapat koordinasi di saba Bina (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id — Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global dan tantangan keterbatasan energi. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, usai rapat koordinasi di Saba Bina Sekretariat Pemkab setempat, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, transformasi budaya kerja ASN merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang harus diimplementasikan hingga ke daerah. Fokus utama dimulai dari penguatan sumber daya manusia (SDM).

“Yang pertama adalah penguatan SDM, yakni peningkatan kompetensi teknis, kapasitas, integritas, dan etika. Semua itu harus berbasis regulasi,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/dinas-perkim-bondowoso-mulai-perbaikan-rumah-terdampak-bencana-prioritaskan-kerusakan-berat/

Selain itu, Pemkab Bondowoso juga melakukan rasionalisasi perjalanan dinas guna mendorong efisiensi anggaran. Kegiatan yang dinilai tidak mendesak akan dikurangi, sehingga belanja daerah dapat difokuskan pada program prioritas.

“Perjalanan dinas harus benar-benar dirasionalisasi. Kita fokus pada belanja prioritas, seperti pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan pencapaian indikator kinerja utama (IKU) perangkat daerah,” tegasnya.

Langkah strategis lainnya adalah optimalisasi potensi daerah. Fathur Rozi menyebutkan bahwa struktur ekonomi Bondowoso masih didominasi sektor pertanian dan perkebunan dengan kontribusi sekitar 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-abd-hamid-wahid-pastikan-penanganan-sementara-infrastruktur-segera-dilaksanakan/

Untuk itu, berbagai program berbasis masyarakat terus didorong, salah satunya melalui pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), dengan mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayur, buah, serta budidaya ikan.

Tak hanya sektor pertanian, Pemkab juga mendorong penguatan sektor UMKM dan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Upaya ini diperkuat dengan akselerasi digitalisasi di berbagai sektor.

“Digitalisasi sudah berjalan, tetapi perlu kita dorong lebih kuat lagi agar semua potensi bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/jembatan-putus-siswa-sd-di-desa-klekean-terpaksa-belajar-di-rumah-kades-jelang-tka/

Dari sisi pendapatan daerah, Pemkab Bondowoso menargetkan adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp328 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp333 miliar di tahun 2026.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai melalui strategi optimalisasi potensi daerah dan penguatan kinerja ASN.

“Tantangan pasti ada, tapi dengan kerja bersama dan inovasi, kita optimistis target bisa tercapai,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *