DLH Bondowoso Usulkan Anggaran Rp30 Miliar pada RAPBD 2027, Prioritaskan Penanganan TPA dan Revitalisasi Alun-Alun

BONDOWOSO, ulas.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso mengusulkan anggaran sekitar Rp30 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk penanganan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) serta revitalisasi Alun-Alun Bondowoso.
Kepala DLH Kabupaten Bondowoso, Henry Kurniawan, S.T., M.M., menyampaikan rencana tersebut seusai mengikuti pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2027 bersama Komisi III DPRD Bondowoso, Kamis (29/10/2026).
Henry menjelaskan, usulan anggaran tersebut merupakan bagian dari perencanaan program DLH untuk mendukung prioritas pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan penataan ruang publik.
“Anggaran DLH pada 2027 direncanakan sebesar Rp30 miliar. Alokasi tersebut diprioritaskan untuk penanganan TPA dan revitalisasi alun-alun, di samping program-program lain yang menjadi prioritas dalam APBD 2027,” ujarnya.
Anggaran DLH Naik Sekitar Rp6 Miliar
Dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2026, rencana anggaran DLH Bondowoso pada 2027 mengalami peningkatan sekitar Rp6 miliar. Kenaikan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program prioritas, terutama dalam penanganan TPA dan revitalisasi Alun-Alun Bondowoso.
Menurut Henry, penanganan TPA menjadi salah satu perhatian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dan lingkungan di Kabupaten Bondowoso. Sementara itu, revitalisasi alun-alun diarahkan untuk mendukung penataan ruang publik agar lebih baik dan mampu menunjang aktivitas masyarakat.
Meski demikian, Henry menegaskan bahwa anggaran Rp30 miliar tersebut masih berupa usulan. Besaran akhirnya tetap bergantung pada tahapan pembahasan RAPBD 2027 sebelum ditetapkan secara resmi menjadi APBD.
Ia berharap, anggaran yang telah direncanakan tersebut dapat dipertahankan hingga tahap penetapan, sehingga program-program yang disusun DLH dapat dilaksanakan sesuai perencanaan.
“Harapan kami, anggaran DLH bisa bertahan seperti itu. Apa yang kami rencanakan merupakan bagian dari program untuk mendukung program Bapak Bupati,” kata Henry.
Menunggu Pembahasan dan Penetapan APBD 2027.
Pembahasan RAPBD 2027 masih akan berlanjut bersama pihak-pihak terkait, termasuk Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bondowoso. Karena itu, kepastian alokasi anggaran DLH sebesar Rp30 miliar masih menunggu hasil pembahasan dan penetapan APBD.
Besaran anggaran yang nantinya disetujui akan menentukan ruang gerak DLH dalam menjalankan program-program prioritas sepanjang 2027. Terutama, program yang berkaitan dengan penanganan TPA, peningkatan kualitas lingkungan, serta revitalisasi Alun-Alun Bondowoso.
Masyarakat pun berharap agar rencana anggaran tersebut dapat diwujudkan melalui program yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat nyata. Penanganan sampah yang lebih optimal serta penataan ruang publik yang representatif diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kenyamanan masyarakat Bondowoso.
Dengan demikian, usulan anggaran DLH dalam RAPBD 2027 tidak hanya menjadi bagian dari perencanaan keuangan daerah, tetapi juga diharapkan mampu mendukung pembangunan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan di Kabupaten Bondowoso.
Penulis: Redaksi


