Total 130 Peserta Gebyar Ekonomi Santri Bondowoso Libatkan 85 UMKM, PCNU Dorong Modal Sosial Jadi Kekuatan Ekonomi dan Bebas Sampah

BONDOWOSO, ulas.co.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso menggelar Expo Gebyar Ekonomi Santri (GES) di Alun-alun RBA Ki Ronggo Bondowoso, Rabu malam (28/10/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri ini menghadirkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelayanan pemerintah daerah, serta berbagai lembaga dan badan otonom.
Expo GES tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan pengembangan ekonomi masyarakat, tetapi juga mengusung komitmen terhadap kebersihan lingkungan melalui gerakan acara bebas sampah.

Ketua Panitia Expo Gebyar Ekonomi Santri (GES) Bondowoso, Muhasim, mengatakan bahwa konsep bebas sampah menjadi salah satu pembeda utama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Panitia secara konsisten memberikan edukasi kepada pengunjung dan pelaku usaha agar menjaga kebersihan selama acara berlangsung.

“Yang menjadi titik utama kita adalah event ini bebas sampah. Kita terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan teman-teman yang mengunjungi Gebyar Ekonomi Santri agar kegiatan ini benar-benar bersih dari sampah,” ujar Muhasim.

BACA JUGA: Sman 2 Bondowoso Gelar Lomba Menulis Surat Untuk Ibu Peringati Bulan Bahasa Indonesia

Menurutnya, dari total sekitar 130 peserta dan unsur yang terlibat, kurang lebih 85 di antaranya merupakan pelaku UMKM. Selain itu, terdapat sekitar 11 organisasi perangkat daerah (OPD) yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta kurang lebih 24 lembaga dan badan otonom yang turut berpartisipasi.

Kegiatan GES juga dirangkai dengan berbagai pelatihan selama kurang lebih enam hari. Materi yang diberikan di antaranya pelatihan ekonomi kreatif dan edukasi pengelolaan sampah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Muhasim berharap, melalui kegiatan tersebut, semangat mewujudkan Bondowoso yang bersih dan berseri dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama, tidak hanya selama expo berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini merupakan kegiatan pertama di Bondowoso dalam rangka menyambut Hari Santri melalui Gebyar Ekonomi Santri. Insyaallah, ke depan kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” katanya.

Dari sisi hiburan dan seni budaya, pembukaan GES turut dimeriahkan penampilan tari saman oleh siswa-siswi MI At-Taqwa Bondowoso yang melibatkan sekitar seribu siswa, serta pertunjukan dari sanggar seni budaya dan panggung kreativitas bagi para pelajar.
Muhasim menjelaskan, peserta UMKM yang terlibat berasal dari beragam latar belakang. Sebagian merupakan binaan NU dan pesantren, sebagian lainnya berasal dari lembaga-lembaga, serta pelaku usaha yang telah bergabung dalam paguyuban UMKM.

Keberagaman tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan usaha, membuka peluang kolaborasi, dan memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat di Kabupaten Bondowoso.

BACA JUGA: Bupati Bondowoso Luncurkan Aplikasi Bondowoso Berkah Dorong Promosi Potensi Daerah Berbasis Digital

Diskominfo Bondowoso Luncurkan Aplikasi Bondowoso Berkah Perkuat Promosi Potensi Daerah Berbasis Digital

PCNU Dorong Konversi Modal Sosial Menjadi Kekuatan Ekonomi
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso, Dr. KH. Moh. Syaeful Bahar, M.Si., menegaskan bahwa Gebyar Ekonomi Santri merupakan bagian dari upaya mendorong perubahan cara pandang dalam mengelola potensi besar yang dimiliki Nahdlatul Ulama.
Ia menjelaskan, sejak awal dirinya mendorong agar modal sosial NU tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politik, tetapi juga dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sejak awal saya menantang mereka, bisa tidak kalian mengonversi modal sosial yang dimiliki Nahdlatul Ulama menjadi kekuatan ekonomi? Jangan berhenti pada modal sosial yang hanya dikonversi menjadi modal politik,” ungkapnya.

Menurut Syaeful Bahar, NU memiliki jaringan organisasi, lembaga pendidikan, pesantren, serta basis masyarakat yang luas. Potensi tersebut perlu dikelola melalui kegiatan produktif agar mampu meningkatkan kemandirian ekonomi warga.

Ia menilai, organisasi kemasyarakatan seperti NU perlu hadir secara berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya ketika momentum politik atau pemilihan kepala daerah berlangsung.

“NU tidak hanya hadir setiap kali akan ada Pilkada. NU harus menyadari bahwa kita punya modal sosial yang bisa dikonversi menjadi modal ekonomi,” tegasnya.

Syaeful Bahar juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran bahwa kekuatan ekonomi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan umat. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan perlu diwujudkan melalui instrumen dan kegiatan nyata yang mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri dan berdaya.
Dalam konteks tersebut, GES diharapkan tidak berhenti sebagai pameran produk UMKM semata. Kegiatan ini perlu menjadi sarana edukasi, pembinaan, dan pengembangan kapasitas pelaku usaha agar mampu memperluas pasar serta meningkatkan kualitas usahanya.

BACA JUGA: Polres Bondowoso Ungkap 10 Kasus Dalam 12 Hari Pencurian Hingga Penganiayaan

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa NU memang tidak memiliki kapasitas sebesar negara dalam menjalankan seluruh program pembinaan masyarakat. Namun, NU dapat memainkan peran strategis dengan mendorong pemerintah daerah memperkuat dukungan terhadap UMKM dan ekonomi masyarakat.

“NU tidak punya kemampuan sebesar negara, tetapi NU bisa mendesakkan pengaruhnya kepada negara, dalam hal ini Pemkab, untuk melakukan pembinaan yang jauh lebih baik dari yang telah dilakukan sekarang,” ujarnya.

Melalui Expo Gebyar Ekonomi Santri, PCNU Bondowoso berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara organisasi, pesantren, pelaku UMKM, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah.
Dengan perpaduan penguatan ekonomi, edukasi lingkungan, pelatihan keterampilan, serta pertunjukan seni budaya, GES diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan santri dan warga Nahdliyin.
Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *