Dugaan Korupsi KUR BRI Unit Tapen Bondowoso, Pengacara Sigit Bintoro Ungkap Fakta Baru

Kantor BRI Unit Tapen Bondowoso (foto dok: Istimewa)
Bondowoso, ulas.co.id – Kasus dugaan penyimpangan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Tapen, Kantor Cabang Bondowoso, kembali menjadi sorotan publik.
Perkembangan terbaru mencuat setelah kuasa hukum pelapor, SIGIT BINTORO, mengungkap adanya dugaan kerugian negara bernilai fantastis dalam praktik penyaluran kredit tersebut.
Pengacara dari Kantor Hukum Bintoro dan Rekan itu menyebut, dugaan penyimpangan terjadi secara sistematis dengan memanfaatkan identitas warga untuk pengajuan kredit dalam jumlah besar.
“Setiap KTP warga Di salah Satu Desa di KecamataTapen diajukan kredit KUR senilai Rp25 juta sampai Rp50 juta per KTP,” ujar Sigit kepada media.
Pernyataan tersebut memperkuat dugaan adanya praktik penyalahgunaan program kredit pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat produktif.
Menurut Sigit, laporan terkait perkara ini sebenarnya telah disampaikan sejak dua tahun lalu. Namun hingga kini, ia menilai proses hukum belum menyentuh aktor utama yang diduga berada di balik skema tersebut.
“Kami berharap kasus ini diusut tuntas. Jangan hanya berhenti pada pemeriksaan formalitas, tetapi bongkar siapa sebenarnya aktor intelektual di balik dugaan permainan KUR ini,” tegasnya.
Kasus ini sendiri mulai bergerak setelah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur melalui Unit IV Subdit III Tipidkor resmi melakukan penyelidikan dan memanggil sejumlah pihak terkait.
Salah satu warga yang menerima surat panggilan diketahui berinisial M, warga Desa Taal, Kecamatan Tapen, Bondowoso. Pemanggilan itu tertuang dalam surat bernomor: B/465/NIRES.34/2026/Ditreskrimsus/Polda Jatim.
Pemanggilan saksi-saksi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa aparat penegak hukum mulai menelusuri dugaan penyimpangan dalam penyaluran KUR yang selama ini disebut-sebut melibatkan banyak pihak.
Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap apakah kredit-kredit tersebut benar-benar diterima oleh pemilik KTP, digunakan sesuai peruntukan, atau justru menjadi modus bancakan yang merugikan negara dan masyarakat kecil.
Jika dugaan ini terbukti, maka kasus KUR BRI Unit Tapen berpotensi menjadi salah satu skandal penyaluran kredit pemerintah terbesar yang pernah mencuat di Bondowoso.
Penulis: Redaksi







