FPPP Soroti Anggaran Pendidikan Bondowoso, Minta Sarpras Sekolah dan Kualitas SDM Jadi Prioritas

BONDOWOSO, ulas.co.id – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) DPRD Kabupaten Bondowoso memberikan sejumlah catatan terhadap kebijakan pendidikan dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Bondowoso.
FPPP mencermati alokasi anggaran urusan pendidikan yang mencapai sekitar Rp652,386 miliar. Anggaran tersebut terdiri dari belanja operasi sekitar Rp618,774 miliar dan belanja modal sekitar Rp33,612 miliar.
Besarnya alokasi anggaran tersebut dinilai harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat Bondowoso.
FPPP meminta agar kebijakan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pembangunan maupun rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan.
Menurut fraksi tersebut, peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan guru dan tenaga pendidik, serta perhatian terhadap siswa dan mahasiswa berprestasi juga perlu menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah daerah.
“Kebijakan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan, meskipun itu juga sangat penting. Tetapi juga harus memperkuat kualitas pendidikan dan pemerataan guru serta tenaga pendidik,” demikian catatan FPPP.
FPPP juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap putra-putri Bondowoso yang memiliki prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Dukungan tersebut, menurut FPPP, perlu diberikan melalui kebijakan anggaran yang terukur dan berkelanjutan. Dengan demikian, potensi dan prestasi generasi muda Bondowoso dapat terus berkembang sekaligus menjadi investasi sumber daya manusia daerah.
Soroti Ambruknya Atap Perpustakaan SDN Banyuwulu 04
Selain kualitas pendidikan, FPPP turut menyoroti aspek keselamatan sarana dan prasarana sekolah. Hal ini berkaitan dengan ambruknya atap gedung perpustakaan SDN Banyuwulu 04 di Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, pada 23 September 2026.
Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah agar alokasi anggaran untuk sarana fisik pendidikan benar-benar disusun secara tepat sasaran, terutama terhadap bangunan sekolah dan ruang belajar yang berada di wilayah pedesaan.
BACA JUGA: Madas Sedarah Dpc Bondowoso Resmi Dilantik Bung Taufik Tekankan Soliditas dan Peran Sosial
FPPP meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso melakukan monitoring secara langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi riil lembaga-lembaga pendidikan, baik yang mengalami kerusakan ringan maupun kerusakan berat.
“Dinas Pendidikan agar melakukan monitoring langsung turun ke lapangan, mengecek keberadaan kondisi sarana lembaga-lembaga pendidikan yang rusak berat atau ringan yang sangat mendesak untuk segera dilakukan renovasi gedung maupun kelas,” tegas FPPP dalam catatannya.
Menurut FPPP, langkah tersebut penting untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan bangunan yang semakin parah hingga berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik.
FPPP menilai pembangunan sektor pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga memastikan sekolah memiliki lingkungan belajar yang aman, tenaga pendidik yang memadai, kualitas pembelajaran yang terus meningkat, serta dukungan terhadap siswa dan mahasiswa berprestasi.
Dengan alokasi anggaran pendidikan yang cukup besar, FPPP berharap pemerintah daerah dapat memastikan setiap program benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bondowoso.
Penulis: Redaksi


