Paskibra Jatim Jadi Wadah Pembentukan Karakter dan Pemimpin Masa Depan, SMADA Bondowoso Bangga 17 Siswa Terpilih

BONDOWOSO, ulas.co.id — Kepala SMA Negeri 2 (SMADA) Kabupaten Bondowoso, Holifah Nurazizah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para siswa yang berhasil lolos sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di tingkat Jawa Timur maupun Kabupaten Bondowoso.
Hal tersebut disampaikan Holifah pada Senin (24/8/2026).
Ia menilai keberhasilan para siswa menjadi Paskibra tidak diraih dengan mudah, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, kerja keras, latihan, serta doa dan dukungan orang tua.
“Selamat kepada anak-anak kami yang telah lolos Paskib di Jawa Timur. Kita tahu tidak mudah untuk sampai pada tahap ini. Dengan ketekunan, disiplin, kerja keras, serta doa Ayah dan Bunda, anak-anak mampu melewati proses seleksi dan pelatihan hingga akhirnya dipercaya bertugas,” ujar Holifah.
BACA JUGA: Perjuangan Tak Kenal Lelah Angelica Thaeona Putri Bawa Nama Bondowoso ke Paskibraka Nasiona
Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibra tidak hanya berkaitan dengan tugas mengibarkan bendera Merah Putih, tetapi juga menjadi proses penting dalam membentuk karakter dan mental generasi muda.
Holifah berharap para siswa yang telah menjadi bagian dari Paskibra Jawa Timur maupun Paskibra Kabupaten Bondowoso dapat menjadi teladan bagi teman-temannya di lingkungan sekolah.
Ia menyebut, keterwakilan SMADA dalam Paskibra Kabupaten Bondowoso juga cukup membanggakan. Sebanyak 17 siswa SMADA turut menjadi bagian dari Paskibra Kabupaten Bondowoso.
“Semoga kalian bisa menjadi teladan bagi teman-teman kalian. Bagaimana kalian berjuang dengan berlatih sungguh-sungguh, disiplin, bekerja keras, dan mampu mengalahkan ego,” tuturnya.
BACA JUGA: Kanisa Zivara Putri Putri Camat Sumber Wringin Wakili Bondowoso di Ajang Putra Putri Jawa Timur 2026
Khusus bagi siswa yang bertugas dalam Paskibra Jawa Timur, Holifah berpesan agar mereka mampu membangun kebersamaan dengan peserta dari berbagai daerah. Perbedaan latar belakang, menurutnya, harus menjadi kesempatan untuk saling memahami dan belajar.
“Ketika bertemu dengan berbagai teman dari daerah yang berbeda, tentu kalian harus bisa menjadi teladan, memahami satu sama lain, kemudian bergerak bersama-sama menjadi generasi yang hebat di bawah naungan Merah Putih,” katanya.
Holifah juga menegaskan bahwa pengalaman selama mengikuti proses seleksi, latihan hingga pelaksanaan tugas Paskibra diharapkan menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam perjalanan mereka ke depan.
Ia optimistis, apabila para anggota Paskibra terus mengasah kemampuan, karakter, dan kompetensinya, mereka berpotensi menjadi generasi pemimpin yang tangguh.
“Semoga langkah kalian para Paskibraka menjadi fondasi yang sangat kokoh bagi pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia yang tangguh. Ibu yakin, anak-anak Paskib ketika terus mengasah kompetensi dirinya, insyaallah akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang tangguh,” pungkasnya. (Red)


