Pembangunan Wisma Wabup Bondowoso Diulang di APBD 2026, Kabag Umum: Tahun Lalu Gagal Karena Tak Ada Peserta Lelang

Kabag Umum Setda Bondowoso didampingi Kasubag Umum saat usah rapat bersama Komisi I DPRD setempat (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali mengalokasikan pembangunan Wisma Wakil Bupati dalam APBD Tahun Anggaran 2026 setelah proyek tersebut tidak dapat dilaksanakan pada tahun sebelumnya akibat tidak adanya peserta yang mengikuti proses pengadaan.

Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Setda Bondowoso,Sofia Adie Kurniawati S.P, M.tr.P didampingi Kasubag Umum Heru Cahyono Pribadi ST.MM menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan Wisma Wabup pada tahun sebelumnya telah diumumkan melalui mekanisme pengadaan. Namun hingga batas akhir pendaftaran, tidak ada penyedia jasa yang mengajukan penawaran sehingga proyek tidak dapat dilanjutkan.

“Pelaksanaan pembangunan Wisma Wabup sebelumnya memang sudah diumumkan, tetapi tidak ada peserta yang mendaftar. Karena tidak ada penyedia yang ikut, akhirnya pekerjaan tersebut tidak bisa dilaksanakan,” ujar Sofi, Senin (6/7/2026).

BACA JUGA: https://ulas.co.id/serapan-anggaran-inspektorat-bondowoso-2025-capai-925-persen-komisi-i-dprd-minta-pengawasan-dan-koordinasi-opd-lebih-dimaksimalkan/

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi sehingga pelaksanaan pembangunan kembali diusulkan sejak awal tahun anggaran agar proses pengadaan memiliki waktu yang lebih longgar dan peluang pelaksanaannya lebih optimal.

Selain pembangunan Wisma Wabup, Bagian Umum Setda Bondowoso juga menyiapkan sejumlah pekerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan aset pemerintah pada Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi ruang asisten Sekretaris Daerah, perbaikan ruang transit untuk tamu dikantor sekretariat daerah pemkab, pengecatan dan pemeliharaan Pendopo Kabupaten, pemeliharaan Wisma Wakil Bupati, serta pemeliharaan ruang Sekretaris Daerah.

Sofi menjelaskan, seluruh pekerjaan akan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

“Prinsipnya kami menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia. Arahan pimpinan jelas, anggaran harus digunakan seefisien mungkin, tetapi hasil pekerjaan tetap maksimal,” katanya.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/komisi-iii-dprd-dorong-anggaran-pemeliharaan-jalan-ditambah-kadis-bsbk-perawatan-rutin-jadi-prioritas-2026/

Untuk menjamin mutu pembangunan, setiap pekerjaan nantinya akan didampingi konsultan pengawas yang bertugas mengawasi pelaksanaan di lapangan agar sesuai dengan spesifikasi teknis.

Ia juga mengungkapkan adanya penataan ruang di lingkungan Sekretariat Daerah Pemkab Bondowoso. Salah satunya adalah penempatan Dinas Komunikasi dan Informatika yang sengaja didekatkan dengan ruang kerja Bupati guna memperkuat koordinasi dan mendukung efektivitas kinerja pemerintahan.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/serapan-anggaran-dlh-bondowoso-2025-capai-9325-persen-komisi-iii-dprd-dorong-kinerja-2026-lebih-optimal/

Sementara itu, penamaan sejumlah ruang di lingkungan pendopo juga mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya menggunakan nama Robusta 1 dan Robusta 2, kini ruangan tersebut menggunakan nama ikon-ikon khas Bondowoso, di antaranya Ijen dan Raung, sebagai upaya memperkuat identitas daerah pada fasilitas pemerintahan.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *