Perhutani KPH Bondowoso Perkuat Kemitraan Berkelanjutan melalui Pembagian Hasil Tebangan Sengon dan Jabon

BONDOWOSO, Ulas.co.id – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis kemitraan. Hal tersebut diwujudkan melalui penyerahan sharing hasil tebangan D3 tahun 2024 kayu sengon dan jabon kepada dua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Primer Koperasi, serta investor di wilayah kerja KPH Bondowoso, Senin (29/12/2025).

Bava juga: https://ulas.co.id/perkuat-daya-saing-pertanian-bupati-bondowoso-luncurkan-beras-sintanur-wangi-lembah-raung-berstatus-indikasi-geografis/

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sonokeling Kantor Perhutani KPH Bondowoso ini dipimpin langsung oleh Administratur KPH Bondowoso bersama jajaran manajemen. Total nilai sharing hasil tebangan yang diserahkan mencapai Rp212.641.207, sebagai bentuk implementasi nyata skema kemitraan kehutanan yang legal, produktif, dan bertanggung jawab.

Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menegaskan bahwa pembagian hasil tebangan ini merupakan hasil sinergi antara Perhutani dengan masyarakat desa hutan sebagai mitra strategis dalam pengelolaan sumber daya hutan.

Baca juga: https://ulas.co.id/distribusi-mbg-di-ra-nurul-iman-berjalan-baik-anak-anak-tetap-antusias/

“Melalui skema kemitraan ini, masyarakat desa hutan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif sebagai subjek pengelolaan yang turut bertanggung jawab menjaga kelestarian, keamanan, dan keberlanjutan kawasan hutan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan tanaman kayu cepat tumbuh seperti sengon dan jabon menjadi pendekatan silvikultur yang adaptif. Selain memiliki siklus panen relatif singkat dan nilai ekonomi kompetitif, jenis tanaman tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengesampingkan fungsi ekologis hutan.

Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-perkuat-rehabilitasi-hutan-melalui-penanaman-tanaman-pembangunan-2025/

“Pengelolaan hutan harus berjalan seimbang antara aspek produksi, perlindungan, dan kelestarian. Dengan prinsip tersebut, hutan dapat terus berfungsi sebagai penyangga ekosistem sekaligus sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Al-Barokah, Sukiyono, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Perhutani yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan kawasan hutan. Menurutnya, pendampingan teknis dan pembinaan berkelanjutan dari Perhutani telah meningkatkan kapasitas masyarakat desa hutan dalam menerapkan tata kelola kehutanan yang baik.

Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-dukung-pengamanan-nataru-2025-2026-di-jalur-pantura-situbondo/

“Perhutani secara konsisten memberikan edukasi mulai dari teknik budidaya hingga pengelolaan kawasan hutan. Hal ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelestarian hutan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah satu investor, A. Faruq Aliwafa. H, yang mengungkapkan bahwa keberhasilan pengelolaan tanaman sengon tidak terlepas dari perencanaan matang, pengalaman teknis lapangan, serta dukungan Perhutani dan partisipasi aktif masyarakat sekitar hutan.

“Sinergi antara Perhutani, LMDH, dan investor menjadi kunci agar pengelolaan hutan dapat menghasilkan produksi optimal sekaligus berkelanjutan,” tutupnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-peringati-hari-ibu-nasional-ke-97-administratur-tekankan-nilai-keteladanan-dan-kebersamaan/

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Bondowoso menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pengelolaan hutan berbasis kemitraan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan, keadilan distribusi manfaat, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa hutan.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *