Maneger Pabrik Rokok Baskara Bondowoso Berharap Dukungan Kuota Program Pekerja untuk Perluas Manfaat bagi Karyawan

Maneger Pabrik rokok Baskara saat dapat kunjungan wabup dan kadinsos P3AKB Bondowoso serta penyaluran BLT DBHCHT untuk karyawannya (foto dok: Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Maneger Pabrik Rokok Baskara yang berlokasi di Desa Banyu Putih, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Juni Wijianto, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap para pekerja melalui berbagai program bantuan yang disalurkan kepada buruh pabrik rokok.
Menurut Juni Wijianto, dari total pekerja yang terdata, sebanyak 168 orang berhasil memperoleh manfaat program tersebut. Namun demikian, masih terdapat sejumlah pekerja yang belum terakomodasi, khususnya mereka yang masuk dalam kategori lintas wilayah.
“Alhamdulillah pekerja yang mendapatkan bantuan hari ini mencapai 168 orang. Dari pihak Dinas Tenaga Kerja sebenarnya sudah diupayakan agar seluruh pekerja bisa menerima, kecuali yang masuk kategori lintas wilayah karena terbatasnya kuota,” ujarnya, Senin (17/6/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar tenaga kerja di perusahaannya berasal dari wilayah sekitar Bondowoso, termasuk Besuki dan Situbondo. Kondisi tersebut membuat sebagian pekerja belum dapat terakomodasi karena kuota lintas wilayah yang tersedia sangat terbatas.
“Sebagian pekerja kami berasal dari Situbondo dan wilayah Besuki. Bahkan hampir separuh tenaga kerja berasal dari luar wilayah Bondowoso. Karena kuota lintas wilayah terbatas, masih ada pekerja yang belum mendapatkan bantuan. Kami berharap ke depan bisa diupayakan agar seluruh pekerja dapat menerima manfaat yang sama,” katanya.
Juni menambahkan, meskipun Pabrik Rokok Baskara masih tergolong perusahaan yang berkembang dan berada di kawasan pinggiran, pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran produk.
BACA JUGA: https://ulas.co.id/pom-mini-di-sukosari-terbakar-tiga-orang-alami-luka-ringan/
Saat ini, perusahaan memproduksi beberapa merek rokok, di antaranya Baskara, Bumi Alami, dan Untung Kretek. Untuk merek Baskara, pemasaran dilakukan secara mandiri oleh perusahaan, sementara merek Bumi Alami dikembangkan melalui kerja sama dengan mitra usaha.
“Kami memproduksi merek Baskara, Bumi Alami, dan Untung Kretek. Produk Baskara kami pasarkan sendiri, sedangkan Bumi Alami melalui kerja sama dengan mitra. Ke depan kami optimistis produksi akan terus berkembang,” jelasnya.
Dengan jumlah tenaga kerja yang saat ini mencapai sekitar 350 orang, perusahaan juga terus melakukan pengembangan fasilitas produksi, termasuk penambahan mesin produksi. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan usaha hingga ke sektor Sigaret Kretek Mesin (SKM).
“Tidak menutup kemungkinan ke depan kami juga mengembangkan SKM. Pemasaran saat ini sudah menjangkau berbagai wilayah di Jawa Timur, meskipun belum sampai ke luar Pulau Jawa,” tambahnya.
BACA JUGA: https://ulas.co.id/tim-urc-polres-situbondo-tangkap-pelaku-curat-dan-dpo-kasus-pencabulan-di-bali/
Terkait bahan baku, Juni mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen tembakau yang digunakan berasal dari Kabupaten Bondowoso, sedangkan sisanya dipasok dari sejumlah daerah lain guna menjaga kualitas dan kesinambungan produksi.
Melalui dukungan pemerintah dan sinergi berbagai pihak, Pabrik Rokok Baskara berharap dapat terus berkembang sekaligus memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Penulis: Redaksi


