KH. Muhammad Hasan Ajak Kader Bersatu, PPP Bondowoso Bidik 10 Kursi DPRD pada Pemilu Mendatang

Abuya Ketua DPC PPP Bondowoso saat usai lakukan konsulidasi pada semua jajaran pengurus PAC di 23 Kecamatan (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso, KH. Muhammad Hasan, menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan memperkuat sinergi internal partai pasca proses pemilihan formatur kepengurusan baru.
Menurutnya, perbedaan pilihan, pandangan, maupun pendapat dalam proses demokrasi organisasi merupakan hal yang wajar dan menjadi bukti bahwa PPP adalah partai yang hidup serta dinamis.
“Dalam setiap organisasi, termasuk partai politik, ketika menghadapi pemilihan ketua tentu akan ada perbedaan pilihan dan pandangan. Itu hal yang biasa. Selama manusia masih memiliki akal dan cara berpikir, maka perbedaan pendapat akan selalu ada,” ujar KH. Muhammad Hasan saat ditemui di Kantor DPC PPP Bondowoso, Jumat (19/6/2026).
Ia mengakui bahwa dalam proses pemilihan formatur beberapa waktu lalu terdapat berbagai dukungan dan pandangan yang berbeda. Namun, setelah proses tersebut selesai dan menghasilkan kepengurusan baru, seluruh kader memiliki kewajiban untuk kembali bersatu demi kepentingan partai.
“Sekarang saatnya menyatukan visi, misi, dan semangat perjuangan. Kita harus bersatu padu agar PPP semakin kuat dan mampu meraih kejayaan di masa mendatang,” tegasnya.
KH. Muhammad Hasan optimistis PPP Bondowoso dapat meningkatkan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang. Jika saat ini PPP memiliki tujuh kursi di DPRD Bondowoso, maka target yang telah disepakati bersama DPW PPP Jawa Timur adalah meraih sembilan hingga sepuluh kursi.
“Target yang kami tandatangani dalam pakta integritas dengan DPW adalah sembilan kursi, bahkan mudah-mudahan bisa mencapai sepuluh kursi. Kalau saat ini tujuh kursi, saya kira target tersebut masih logis dan bisa diperjuangkan bersama,” katanya.
Terkait kesediaannya memimpin PPP Bondowoso, KH. Muhammad Hasan mengungkapkan bahwa dirinya menerima amanah tersebut setelah mendapat dorongan dan masukan dari berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh senior partai.
“Saya meminta saran kepada sejumlah tokoh. Beliau-beliau memberikan dukungan dan pandangan yang positif sehingga menjadi landasan bagi saya untuk menerima amanah dari teman-teman PPP Bondowoso,” ujarnya.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai arah politik PPP pada Pemilihan Bupati Bondowoso mendatang, KH. Muhammad Hasan menilai masih terlalu dini untuk menentukan sikap politik.
Menurutnya, dinamika politik sangat cepat berubah, bahkan tidak hanya dari tahun ke tahun, tetapi juga bisa berubah dalam hitungan bulan maupun jam.
“Kalau berbicara Pilkada masih terlalu dini. Perkembangan politik itu sangat dinamis. Nanti ketika waktunya tiba, tentu PPP akan mengambil sikap politik yang terbaik,” katanya.
Meski demikian, ia mengapresiasi berbagai capaian pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bondowoso di bawah kepemimpinan Bupati saat ini. Namun, sebagai partai politik, PPP tetap akan menjalankan fungsi kontrol dan memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah.
“Kami mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Tetapi dalam sistem demokrasi, keberadaan kritik dan masukan yang konstruktif juga penting agar kinerja pemerintahan semakin baik, baik di tingkat daerah maupun nasional,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi


