Realisasi PAD Bondowoso Capai 44,75 Persen, Bapenda Optimistis Target 2026 Terpenuhi

Bondowoso, ulas.co.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2026 hingga akhir Juli terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), realisasi PAD telah mencapai Rp149.017.949.336,13 atau 44,75 persen dari target sebesar Rp333.025.363.168,00.

Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa kinerja penghimpunan PAD terus berjalan sesuai tahapan. Pihaknya tetap melakukan optimalisasi terhadap seluruh potensi pendapatan daerah agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai hingga akhir tahun anggaran.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/pengukuhan-mui-jadi-momentum-kapolres-bondowoso-akbp-aryo-dwi-wibowo-perkuat-sinergi-ulama-dan-polri/

Dari sektor Pajak Daerah, realisasi tercatat sebesar Rp48.181.692.752,00 atau 42,05 persen dari target Rp114.584.115.038,00.

Beberapa jenis pajak menunjukkan capaian yang cukup baik, di antaranya Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan sebesar 68,00 persen, Pajak Air Tanah 67,12 persen, Opsen BBNKB 64,30 persen, PBJT Tenaga Listrik 58,49 persen, Jasa Parkir 55,19 persen, Jasa Kesenian dan Hiburan 52,72 persen, serta Opsen PKB 52,95 persen.

Sementara itu, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) telah terealisasi Rp5.455.292.429,00 atau 21,28 persen dari target, sedangkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mencapai Rp4.930.820.378,00 atau 37,21 persen.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/polres-bondowoso-ungkap-kasus-curanmor-di-klabang-satu-pelaku-ditangkap-satu-masuk-dpo/

Pada sektor Retribusi Daerah, realisasi mencapai Rp92.851.844.968,95 atau 45,09 persen dari target Rp205.935.115.017,00. Kontributor terbesar berasal dari Retribusi Pelayanan Kesehatan yang telah terealisasi Rp89.195.159.732,95 atau 45,68 persen.

Untuk Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, realisasi telah mencapai Rp4.937.680.553,34 atau 98,75 persen dari target Rp5 miliar, menjadi komponen PAD dengan persentase capaian tertinggi hingga saat ini.

Sementara itu, realisasi Lain-lain PAD yang Sah mencapai Rp3.046.731.061,84 atau 40,59 persen dari target Rp7.506.133.113,00. Di dalamnya, Jasa Giro telah mencapai 86,16 persen, sedangkan Pendapatan BLUD terealisasi 59,11 persen.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/lima-rumah-ludes-terbakar-di-bondowoso-perkim-siapkan-bantuan-rp100-juta-untuk-korban/

Slamet Yantoko menegaskan bahwa Bapenda terus melakukan langkah-langkah optimalisasi pendapatan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber PAD, termasuk memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah pengelola pendapatan.

“Kami terus memaksimalkan seluruh potensi PAD sesuai kewenangan masing-masing. Sinergi dengan perangkat daerah terus diperkuat agar realisasi pendapatan dapat meningkat dan target PAD Tahun Anggaran 2026 dapat tercapai,” ujar Slamet Yantoko, Minggu (2/8/2026).

BACA JUGA: https://ulas.co.id/karanganyar-resmi-jadi-desa-budaya-ke-9-di-bondowoso-pojhijen-diusulkan-jadi-warisan-budaya-tak-benda-indonesia/

Ia juga menjelaskan bahwa data yang disampaikan masih bersifat sementara. Untuk sektor pajak daerah, data dihimpun hingga 27–29 Juli 2026, sedangkan retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah merupakan data per 30 Juni 2026.

Dengan sisa waktu pelaksanaan anggaran yang masih cukup panjang, Bapenda Bondowoso optimistis realisasi PAD akan terus meningkat melalui optimalisasi seluruh potensi pendapatan daerah secara berkelanjutan.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *