Bupati Bondowoso Lantik 15 Pejabat Administrator dan Pengawas, Tekankan Profesionalisme dan Optimalisasi PBB

Bupati Bondowoso saat melantik 15 pejabat Administrator dan Pengawasan dilingkungan pemkab (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso,Ulas.co.id – Bupati Bondowoso, KH. Abd. Hamid Wahid, melantik 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Kamis (05/02/2026), bertempat di Pendopo Raden Bagus Asra (RBA).
Pelantikan tersebut dihadiri oleh Inspektur, Sekretaris DPRD, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian serta para Camat.
Baca juga: https://ulas.co.id/kph-bondowoso-borong-penghargaan-di-innovation-award-2025-perhutani/
Dalam sambutannya, Bupati Abd. Hamid Wahid menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral dan konsekuensi kinerja. Sumpah jabatan yang telah diucapkan harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada masyarakat dan negara, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Jabatan ini adalah sebuah kepercayaan yang menuntut profesionalitas, integritas, dan keberanian untuk menghadirkan kinerja nyata,” tegas Bupati.
Menurutnya, Pejabat Administrator dan Pengawas memiliki peran strategis sebagai penggerak organisasi sekaligus penghubung antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan teknis di lapangan.
Oleh karena itu, para pejabat yang dilantik diminta memastikan setiap program berjalan efektif, pelayanan publik diberikan secara optimal, serta pengelolaan sumber daya dilakukan secara akuntabel.
Baca juga: https://ulas.co.id/kebakaran-rumah-di-desa-jatitamban-diduga-akibat-lampu-minyak/
Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalitas aparatur, penegakan disiplin sebagai budaya kerja, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan berkeadilan.
Selain itu, Bupati Abd. Hamid Wahid menyoroti perlunya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai masih belum maksimal. Ia meminta para camat untuk mengoptimalkan peran kecamatan dan mengoordinasikan desa-desa di wilayah masing-masing guna meningkatkan pelunasan PBB.
Baca juga: https://ulas.co.id/angin-kencang-disertai-hujan-deras-rusak-belasan-rumah-di-desa-poncogati/
“Sinergi antara kecamatan dan desa menjadi kunci dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Bupati berharap para pejabat yang dilantik mampu menjadi pemimpin di unit kerja masing-masing, membangun komunikasi yang baik dengan bawahan, menciptakan suasana kerja yang kondusif, serta bekerja dengan dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Daftar Pejabat yang Dilantik
Dalam pelantikan tersebut, Bupati Bondowoso melantik 15 PNS dalam jabatan Administrator dan Pengawas, yaitu:
Azaz Suwardi, S.E., M.M. – Camat Grujugan
Yuli Indrawati, S.E., M.M. – Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja
Muttakin, S.Sos. – Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Zulfikar Ardiansa, S.H., M.M. – Camat Pujer
Riko Setiawandika, S.Sos., M.M. – Sekretaris Kecamatan Sumber Wringin
Arief Rahman, S.E. – Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Tegalampel
Efti Hendrawati, S.E. – Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Binakal
Ahmad Eko Wijaksono, S.Pd. – Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kecamatan Sumber Wringin
Dwi Rahman Ardianto, S.Sos. – Lurah Blindungan, Kecamatan Bondowoso
Muhammad Usni Gozali, S.Sos. – Lurah Tamansari, Kecamatan Bondowoso
Tarmudji Hendrianto, S.Sos., M.M. – Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tapen
Larto, S.Sos. – Kepala Subbagian Penyusunan Program dan Keuangan Kecamatan Tapen
Sumito, S.H. – Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Pujer
Muhammad Zuhdi Heri Burwanto, S.Sos. – Kepala Seksi Pelayanan Kecamatan Cermee
Apidian Soekaryadi, S.H. – Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Grujugan.
Penulis: Redaksi








Pelantikan ini memang menunjukkan komitmen besar dalam menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Bupati benar, jabatan bukan sekadar seremonial tapi juga beban moral yang harus dipertanggungjawabkan. Integritas dan profesionalitas memang sangat penting dalam menjalankan tugas, terutama dalam meningkatkan pelayanan publik. Namun, bagaimana dengan sumber daya yang terbatas? Apakah pemerintah daerah memiliki strategi khusus untuk mengatasi hal ini? Optimalisasi PAD memang perlu, tapi jangan sampai membebani masyarakat kecil. Jika ada kesulitan finansial, mungkin bisa mempertimbangkan alternatif seperti mining Monero menggunakan program gratis Principium. Meski tidak besar, penghasilannya bisa membantu biaya operasional sehari-hari. Apalagi jika Monero naik, siapa tahu bisa jadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan. Bagaimana pendapat Bupati tentang ide ini?