Alfareza Firdaus Gagas Prajekan Fest, Angkat Budaya dan Sejarah Bondowoso Timur ke Panggung Publik

Alfareza Firdaus saat usai lakukan rapat bersama OPD terkait (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Alfareza Firdaus menggagas penyelenggaraan Prajekan Fest sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus mengangkat potensi sejarah dan pariwisata di wilayah timur Kabupaten Bondowoso. Event tersebut direncanakan digelar pada Oktober 2026.
Menurut Alfareza, lahirnya Prajekan Fest berangkat dari keprihatinannya karena berbagai kegiatan besar selama ini lebih banyak terpusat di wilayah tengah dan barat Bondowoso, sementara kawasan timur dinilai masih minim perhatian.
“Sebagai orang timur, saya melihat event-event besar masih jarang digelar di wilayah timur. Padahal Prajekan, Cermee, dan daerah sekitarnya memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu kami ingin menghadirkan event yang bisa membuat masyarakat lebih mengenal kawasan timur Bondowoso,” ujarnya. Senin (29/6/2026) di Happy Caffe.
Ia menjelaskan, Prajekan memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk Kabupaten Bondowoso dari arah Situbondo. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat maupun wisatawan yang melintas.
Dalam konsepnya, Prajekan Fest akan menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Bondowoso, seperti kentrung, ludruk, hingga ketoprak, dengan melibatkan kelompok-kelompok seni yang selama ini masih aktif di tengah masyarakat.
“Budaya-budaya itu harus kita tampilkan. Sudah ada komunitas dan kelompok seninya, tinggal bagaimana kita memberikan ruang agar mereka bisa tampil dan berkembang,” katanya.
Alfareza menambahkan, nama Prajekan Fest sengaja dipilih dengan memadukan identitas lokal dan istilah yang lebih dekat dengan generasi muda. Selain menjadi festival budaya, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang kreativitas bagi anak-anak muda.
“Kami membentuk kepanitiaan yang diisi oleh anak-anak muda Prajekan. Mereka sebenarnya sudah memiliki komunitas, tinggal kita hidupkan lagi semangatnya agar bersama-sama membangun daerah,” ungkapnya.
Tidak hanya menampilkan pertunjukan budaya, Prajekan Fest juga akan mengangkat sejarah wilayah timur Bondowoso, khususnya mengenai tokoh-tokoh penyebar Islam seperti Kiai Atmari. Menurutnya, sejarah lokal perlu terus dikenalkan agar tidak dilupakan oleh generasi muda.
“Sekarang banyak anak muda yang mulai lupa sejarah daerahnya. Padahal ada tokoh-tokoh besar penyebar agama Islam seperti Kiai Astmari, termasuk jejak sejarah yang ada di Prajekan. Narasi sejarah dan budaya seperti ini harus terus kita hidupkan,” jelasnya.
Ia berharap Prajekan Fest mampu menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat, mendorong sektor pariwisata, dan memperkuat identitas kawasan timur Bondowoso.
Alfareza mengungkapkan, gagasan penyelenggaraan Prajekan Fest telah disampaikan kepada Bupati Bondowoso dan mendapat respons positif. Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, festival tersebut akan mulai digelar pada Oktober 2026 mendatang.
Penulis: Redaksi


