SIMATA Diterapkan, Pemkab Bondowoso Petakan Kinerja dan Potensi ASN untuk Mutasi hingga Promosi

BONDOWOSO, ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mulai memperkuat penerapan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) sebagai instrumen pengelolaan sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) yang terukur dan terintegrasi.

Penerapan sistem tersebut diarahkan untuk memetakan kinerja dan potensi setiap ASN melalui sembilan kotak (nine box) sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan kompetensi, mutasi, hingga promosi jabatan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Fathur Rozi dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kabupaten Bondowoso Puspo Pranoto, Jumat (18/9/2026), usai rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Bondowoso.

BACA JUGA: Puskesmas Pujer Raih Terbaik 1 Pengelolaan Ptm 2025 Ckg dan Prolanis Masuk Tiga Besar Bondowoso

Sekda Bondowoso Fathur Rozi menjelaskan, SIMATA merupakan sistem manajemen pengelolaan SDM yang terukur dan terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Ini sebenarnya adalah sistem informasi manajemen talenta, merupakan manajemen pengelolaan SDM yang terukur dan terintegrasi dengan BKN,” ujar Fathur Rozi.

Menurutnya, data ASN yang terdapat dalam aplikasi MyASN masing-masing pegawai telah terintegrasi dengan SIMATA. Sistem tersebut digunakan untuk mengidentifikasi sekaligus memastikan kinerja dan potensi setiap ASN.

Fathur menjelaskan, pemetaan dalam SIMATA mencakup dua aspek utama, yakni kinerja dan potensi. Kedua aspek tersebut kemudian dipetakan ke dalam sembilan kotak (nine box) untuk mengetahui posisi masing-masing ASN berdasarkan hasil penilaian.

“Bukan hanya untuk mengidentifikasi, tapi untuk memastikan sebenarnya seperti apa sih kinerja dan potensi masing-masing ASN. Karena ada sumbu Y yang itu ada kinerja, ada sumbu X yang itu potensi,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan SIMATA dapat mendukung proses mutasi dan promosi jabatan, termasuk untuk jabatan eselon II, tanpa harus melalui mekanisme open bidding apabila ketentuan yang berlaku memungkinkan.

“Memudahkan melakukan mutasi promosi untuk ke eselon dua tanpa ada open bidding. Jadi lebih efisien,” ungkap Fathur.

BACA JUGA: Reklame Ditertibkan Pad Dioptimalkan Bapenda dan Satpol Pp Bondowoso Perkuat Tertib Pajak Daerah

Sementara itu, Kepala BPSDM Bondowoso Puspo Pranoto mengatakan, sosialisasi SIMATA dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada perangkat daerah mengenai manajemen talenta serta penilaian kinerja lembaga.

Menurutnya, terdapat 10 indikator yang digunakan dalam penilaian lembaga, di antaranya sosialisasi, pengelolaan keuangan, disiplin PNS, serta persentase realisasi e-katalog. Penilaian tersebut diterapkan kepada lembaga dengan menggunakan indikator yang sama, kemudian dilakukan pemberian skor.

“Yang kita nilai lembaganya, semua sama, nanti yang di-skoring lembaganya,” kata Puspo Pranoto.

Ia menjelaskan, hasil manajemen talenta nantinya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kompetensi dan SDM ASN, termasuk sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan mutasi serta promosi jabatan.

Puspo juga mendorong seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bondowoso untuk memperbarui data diri masing-masing. Pembaruan tersebut dinilai penting agar tim manajemen talenta memiliki data yang lengkap dan akurat dalam proses pemetaan serta penempatan ASN sesuai kompetensi dan potensinya.

“Harapannya teman-teman ASN bisa meng-update data dirinya masing-masing, sehingga tim itu memiliki data yang lengkap untuk dipertimbangkan menempatkan posisi yang tepat melalui mutasi dan promosi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Puspo menyebut mekanisme pengelolaan talenta masih dapat diperbaiki dan diefisienkan sesuai kebutuhan. Ia juga menyampaikan bahwa peluang keterlibatan pihak luar dalam mekanisme tertentu tetap dimungkinkan, bergantung pada ketentuan dan proses yang diterapkan.

BACA JUGA: Dinkes Bondowoso Evaluasi P2p 2026 Ckg Tembus 38 Persen dan Kasus Hiv Menurun

Puskesmas Jambesari Raih Penghargaan Penemuan Penyakit Menular Sesuai Standar

Penerapan SIMATA diharapkan menjadi bagian dari penguatan manajemen ASN di Kabupaten Bondowoso, dengan mengedepankan data kinerja dan potensi sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier serta penataan sumber daya aparatur. (Red)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *