JAKA SOPAN ke-9 Al-Islah Diikuti Puluhan Ribu Peserta, Angkat Pesan Dakwah hingga Pemberdayaan UMKM

BONDOWOSO, ulas.co.id – Pondok Pesantren Al-Islah Kabupaten Bondowoso kembali menggelar Jalan Keluarga Sehat Pondok Pesantren (JAKA SOPAN) untuk yang ke-9 kalinya, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Keluarga Besar Tentara Nasional Indonesia (KB TNI) tersebut berlangsung meriah dan diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai kalangan.

Perwakilan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah Bondowoso, Gus Yasin Dhia Ul Haq, mengatakan pelaksanaan JAKA SOPAN tahun ini menjadi momentum penting setelah kegiatan sempat terhenti selama sekitar dua tahun akibat pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah Pondok Pesantren Al-Islah bekerja sama kembali dengan KB TNI mengadakan JAKA SOPAN tahun ini. Ini JAKA SOPAN yang ke-9. Sebelumnya sempat terputus dua tahun karena Covid-19, tetapi Alhamdulillah bisa dilanjutkan kembali,” ujar Gus Yasin.

BACA JUGA: Siswi Sman 2 Bondowoso Terpilih Jadi Delegasi Volunteering Studyxchange 13 ke VIetnam

Tiga Siswi Sman 2 Bondowoso Raih Ruara 1 Infografis Tingkat Nasional

Menurutnya, antusiasme masyarakat pada pelaksanaan JAKA SOPAN ke-9 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya jumlah peserta berada di kisaran 35 ribu orang, tahun ini panitia mencetak sebanyak 47 ribu kupon dan seluruhnya telah habis terjual.

“Bahkan H-2 dan H-3 masih banyak masyarakat yang meminta kupon. Karena kupon sudah sold out, sebagian akhirnya tetap ikut JAKA SOPAN tanpa memegang kupon undian. Jadi diperkirakan peserta tahun ini di atas 50 ribu,” ungkapnya.

Selain jumlah peserta, terdapat perubahan rute dalam pelaksanaan JAKA SOPAN tahun ini. Jika sebelumnya peserta memulai perjalanan dari Hotel Grand Padis dan berjalan kaki menuju Pondok Pesantren Al-Islah dengan jarak sekitar tujuh kilometer, tahun ini titik keberangkatan dipindahkan ke depan kantor BPBD Bondowoso.

Perubahan tersebut dilakukan karena Jembatan Sungai (Sentong) yang menjadi bagian dari rute sebelumnya masih dalam proses pembangunan.

“Karena jembatan Sentong putus dan sampai saat ini belum selesai pembangunannya, maka rutenya dipersingkat. Start dari depan BPBD dan finish di Pondok Pesantren Al-Islah. Kalau sebelumnya sekitar tujuh kilometer, tahun ini sekitar lima kilometer,” jelas Gus Yasin.

BACA JUGA: Mulyadi Dorong Generasi Muda Promosikan Bondowoso Republik Kopi Lewat Media Sosial

Lebih dari sekadar kegiatan jalan sehat, Gus Yasin menyebut JAKA SOPAN membawa sejumlah pesan, mulai dari dakwah, kesehatan, ekonomi kerakyatan, olahraga, hingga pemberdayaan UMKM.

Dari sisi dakwah, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan fisik bagi umat Islam. Menurutnya, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan iman dan hati, tetapi juga kondisi tubuh.

“Pesan yang ingin disampaikan tentu terkait dakwah. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW, umat Muslim tidak hanya harus sehat imannya dan hatinya, tetapi juga harus sehat badannya,” tuturnya.

Sementara dari sektor ekonomi, Pondok Pesantren Al-Islah ingin menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat dengan menghadirkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

“Kami ingin Al-Islah bersama-sama dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat sekitar mendapatkan bahan pangan yang murah, seperti beras, gula, minyak dan bahan pangan lainnya,” katanya.

Pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Lebih dari 50 UMKM binaan Kopontren turut terlibat dalam kegiatan JAKA SOPAN.

Selain itu, panitia juga menghadirkan bazar pangan murah serta produk usaha Pondok Pesantren Al-Islah, termasuk produk kopi Khatulistiwa Nusantara.

JAKA SOPAN juga menjadi ruang untuk menggelorakan pesan hidup sehat melalui olahraga. Pondok Pesantren Al-Islah menyiapkan berbagai hadiah berupa peralatan olahraga, mulai dari sepeda gunung, sepeda ontel, bola, raket badminton dan berbagai hadiah lainnya.

Sejumlah sekolah di sekitar Bondowoso juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Anak-anak tingkat SD, SMP hingga SMA turut menjadi bagian dari kemeriahan JAKA SOPAN.

“Kami juga mengundang sekolah-sekolah di sekitar Bondowoso. Anak-anak SD, SMP dan SMA kami semarakkan dengan olahraga. Kami berikan sepak bola, raket badminton, sepeda ontel dan lainnya,” jelas Gus Yasin.

BACA JUGA: Bpkad Bondowoso Telusuri Ratusan Motor Aset Daerah Yang Belum Jelas Keberadaannya

Menurutnya, pesan tentang pentingnya kesehatan tersebut diharapkan dapat terus melekat di tengah masyarakat, terutama generasi muda.

Dari sisi pariwisata, kegiatan JAKA SOPAN juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Bondowoso kepada masyarakat luar daerah. Sejumlah pejabat dari Jakarta turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Salah satunya Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Riza Damanik, yang hadir mewakili Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Maman Abdurrahman sedianya dijadwalkan hadir langsung, namun berhalangan karena mendapat undangan mendesak dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Riza Damanik kemudian hadir sekaligus melepas peserta JAKA SOPAN ke-9.

Selain kegiatan jalan sehat, rangkaian JAKA SOPAN juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung. Pada Sabtu malam, bertepatan dengan kajian Tafsir Jalalain, digelar dialog bersama Deputi Bidang Kewirausahaan mengenai pengembangan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro.

Sementara untuk mendukung kesehatan masyarakat, panitia juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso untuk menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Puncak kegiatan JAKA SOPAN ke-9 ditandai dengan pembagian berbagai hadiah dan undian. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah hadiah perjalanan umrah yang diberikan kepada sembilan orang peserta.

Menariknya, dari sembilan hadiah umrah tersebut terdapat dua hadiah khusus yang diperuntukkan bagi anggota aparat negara, yakni satu untuk anggota Polri dan satu untuk anggota TNI.

“Alhamdulillah tahun ini yang mendapatkan undian umrah ada sembilan orang. Luar biasa. Dari sembilan undian umrah itu, ada dua anugerah, satu untuk polisi dari Polri dan satu lagi untuk tentara Republik Indonesia atau TNI,” ungkap Gus Yasin.

Ia berharap JAKA SOPAN tidak hanya menjadi agenda tahunan yang menghadirkan kemeriahan, tetapi juga terus membawa manfaat bagi masyarakat Bondowoso dan sekitarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Al-Islah ingin menggabungkan nilai-nilai keagamaan, kesehatan, olahraga, pemberdayaan ekonomi, UMKM dan kebersamaan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan.

“Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar dan meriah. Mudah-mudahan JAKA SOPAN terus menjadi ruang kebersamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *