Pemkab Bondowoso Akan Rapikan Data Buruh Tani, Sasar Wilayah Rawan Kekeringan

 

BONDOWOSO, ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso memastikan program penyediaan air melalui pompa untuk sektor pertanian akan kembali dianggarkan pada 2027. Namun, pendataan penerima manfaat buruh tani akan diperbaiki dan diverifikasi agar bantuan tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bondowoso Dr. Abdul Hamid Wahid bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, saat meninjau program penyediaan air di Desa Suling Kulon, Kecamatan Cermee, Senin (5/10/2026).

Mulyadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bondowoso, menjelaskan, evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya menunjukkan masih terdapat buruh tani yang tercatat sebagai penerima, tetapi belum mengetahui status maupun keberadaan program tersebut.

“Jadi nanti di 2027 itu akan kita anggarkan lagi, tapi pendataannya akan lebih dirapikan, diverifikasi. Karena nampaknya kemarin para buruh yang terdaftar itu tidak mengetahui,” ujar Mulyadi.

BACA JUGA: Fraksi Demokrat Pks Soroti Delapan Persoalan Raperda Lp2b Bondowoso Minta Pemkab Beri Jawaban Tertulis

Menurutnya, perbaikan data menjadi penting agar program yang bersumber dari anggaran pemerintah tersebut benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain melakukan verifikasi, Pemkab Bondowoso juga akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan demikian, para penerima maupun kelompok tani mengetahui secara jelas mekanisme serta manfaat fasilitas air yang diberikan pemerintah.

Mulyadi menyebut, titik-titik penerima program telah melalui proses seleksi. Dari total 143 titik yang dipetakan, lokasi yang diprioritaskan merupakan wilayah yang dinilai rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

“Memang titik-titik yang kita pilih itu adalah titik-titik yang rawan kekeringan pada musim kemarau. Dari 143 itu memang sudah kita seleksi,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan pompa air tersebut dapat menjadi salah satu solusi terhadap persoalan keterbatasan air, khususnya bagi sektor pertanian.
Mulyadi mencontohkan wilayah Kecamatan Botolinggo. Di sejumlah wilayah tersebut, aktivitas pertanian sebelumnya hanya dapat dilakukan satu kali tanam karena keterbatasan ketersediaan air.

Dengan adanya pompa air, diharapkan indeks pertanaman dapat meningkat sehingga petani berpeluang melakukan penanaman hingga dua bahkan tiga kali dalam setahun, dengan tetap menyesuaikan kondisi dan ketersediaan air.

“Di daerah Botolinggo pertanamannya itu hanya satu tanam. Dengan adanya air pompa ini nanti bisa lebih dari dua tanam, bahkan bisa tiga kali tanam,” katanya.

Namun, pemanfaatan sumber air tersebut tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan pertanian. Sesuai arahan Bupati Bondowoso, fasilitas air juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama ketika musim kemarau.

“Yang terpenting sesuai dengan arahan Bapak Bupati, air ini bukan hanya bisa dimanfaatkan oleh pertanian, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh rumah tangga, terutama di musim kering,” ungkap Mulyadi.

BACA JUGA: Jaka Sopan ke 9 Al Islah Diikuti Puluhan Ribu Peserta Angkat Pesan Dakwah Hingga Pemberdayaan Umkm

Menurutnya, pemanfaatan air untuk kebutuhan masyarakat juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap distribusi air bersih atau dropping air yang selama ini dilakukan pemerintah ketika terjadi kekeringan.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut tidak semata-mata menggunakan anggaran daerah. Bupati Bondowoso disebut telah melakukan komunikasi langsung dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran melalui kementerian terkait.

“Anggarannya Bapak Bupati langsung ke pusat, ke kementerian. Tempo hari ke Jakarta. Jadi kita menggunakan dana kementerian yang diswakelolakan oleh kelompok tani,” pungkasnya.

Pemkab Bondowoso berharap pengembangan sarana pompa air tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan air pada musim kemarau.
Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *