Perubahan APBD Tahun 2025, Prioritaskan Program Unggulan Sesuai Visi Misi Bupati “RAHMAD”

Wabup Bondowoso Ra As’at Yahya Safi’i dan Pj. Sekda Anisatul Hamidah saat rakor perubahan APBD tahun 2025 (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk membahas Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2025 bertempat di Aula Sabha Bina I, Kamis (19/6/2025).

Rakor tersebut menjadi forum penting untuk mematangkan pelaksanaan program-program prioritas yang menjadi bagian dari visi dan misi Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid dan Wabup As’at Yahya Safi’i.

Pentingnya Peran Wajib Pajak Guna Dukung Percepatan Pembangunan Perubahan APBD Bondowoso 2025, Program unggulan Visi-Misi Bupati Ra Hamid siap dilaksanakan dengan fokus pembahasan adalah sinkronisasi anggaran, agar mendukung penuh realisasi program unggulan daerah, khususnya program unggulan yang sesuai dengan visi misis Bupati Ra Hamid.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Anisatul Hamidah mengatakan, bahwa proses Perubahan APBD merupakan tahapan strategis yang harus dilalui. Oleh karena itu, koordinasi sejak awal sangat penting dilakukan oleh seluruh perangkat daerah.

“Setiap kepala perangkat daerah harus menyusun pergeseran anggaran dengan mempertimbangkan program unggulan yang menjadi titik tekan dari kepemimpinan Bupati Ra Hamid,” ujarnya.

Menurut Anis, pencermatan ulang terhadap anggaran di setiap dinas menjadi kunci dalam menentukan mana program yang relevan untuk diprioritaskan. Terutama program yang selaras dengan arah pembangunan kabupaten.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab tetap berusaha berupaya agar program-program prioritas bisa dijalankan.

“Kami berharap pencermatan ini bisa menghasilkan program unggulan Ra Hamid yang benar-benar bisa dieksekusi tahun depan,” katanya.

Pemkab juga membuka peluang kerja sama dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta pemerintah pusat.

“Kita dorong semua OPD untuk aktif membangun komunikasi lintas instansi agar peluang bantuan bisa dioptimalkan,” ungkapnya.

Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun menjadi perhatian serius. Pemkab berharap upaya ini bisa didorong melalui sinergi dan kolaborasi di seluruh lini birokrasi.

Pj Sekda pun menegaskan, bahwa semangat perbaikan kinerja harus terus dijaga.

“Seperti disampaikan oleh Wakil Bupati, tahun 2025 ini harus menjadi tahun perbaikan baik dari sisi pengelolaan anggaran maupun kualitas pelaksanaan program,” tegasnya.

Rakor tersebut juga menjadi ajang evaluasi, sekaligus untuk menentukan skala prioritas pelaksanaan program, program unggulan yang masuk dalam visi-misi Bupati Ra Hamid akan diutamakan.

“Sebagian program bisa langsung dilaksanakan pada 2025, namun ada pula yang baru bisa berjalan di 2026. Karena itu perlu pemetaan yang tepat agar tidak melenceng dari target utama pembangunan daerah,” terangnya.

Ia menekankan, pentingnya memilah dan memilih program yang tidak hanya berdampak nyata bagi masyarakat, tetapi juga bersifat mandatori dari pusat.

“Dengan cara ini, kita pastikan arah kebijakan P-APBD betul-betul tepat sasaran,” pungkasnya. (Yus)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *