Wakil Bupati Bondowoso Buka Pameran Seni Rupa “Simulakra”, Dorong Masyarakat Membaca Realitas Secara Kritis

Wakil Bupati Bondowoso didampingi Asisten I dan II, Kadisparbudpora serta panitia pameran rupa lukisan di Bondowoso (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Safi’i, secara resmi membuka Pameran Seni Rupa “Simulakra” yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Muharam 2026, Senin malam (8/6/2026) di Gedung Gelora Pelita Bondowoso.
Dalam sambutannya, As’ad Yahya Safi’i menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bondowoso tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkomitmen menghadirkan ruang-ruang kreatif yang mampu mendorong kemajuan peradaban masyarakat melalui seni dan budaya.
Menurutnya, tema “Simulakra” memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan modern saat ini, ketika masyarakat dihadapkan pada arus informasi yang begitu cepat melalui media digital dan perkembangan teknologi.
“Melalui tema ini, para seniman mengajak kita untuk tidak hanya melihat berbagai fenomena yang terjadi di sekitar kita, tetapi juga berpikir kritis, merenungkan, dan memahami makna yang tersembunyi di balik berbagai simbol, gambar, serta persepsi yang membentuk cara kita memandang realitas,” ujar As’ad.
Ia menilai karya-karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut menjadi sarana refleksi bagi masyarakat untuk memahami dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks.
Dorong Ekosistem Seni dan Ekonomi Kreatif. Lebih lanjut, Wakil Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah yang berkualitas harus berjalan beriringan antara kemajuan fisik dan penguatan kebudayaan. Karena itu, Pemkab Bondowoso terus mendorong terciptanya ruang kreatif yang mempertemukan seniman, akademisi, komunitas, generasi muda, serta masyarakat luas.
Menurutnya, pameran seni seperti “Simulakra” mampu memberikan energi positif bagi tumbuhnya ekosistem seni yang sehat sekaligus memperkuat identitas lokal daerah.
“Selain menjadi wadah ekspresi dan apresiasi seni, kegiatan ini juga berpotensi mendorong perkembangan ekonomi kreatif yang menjadi salah satu sektor strategis bagi kemajuan Bondowoso,” katanya.
Muharam Jadi Ruang Pertemuan Nilai dan Kreativitas. As’ad juga menyoroti pelaksanaan pameran yang menjadi bagian dari Road to Festival Muharam 2026. Ia menyampaikan bahwa peringatan Muharam tidak hanya dimaknai sebagai momentum spiritual semata, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan gagasan, kreativitas, dan kebudayaan.
Menurutnya, seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan, kebersamaan, serta nilai-nilai kehidupan yang bersifat universal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, saya mengapresiasi K5 Art Project dan seluruh pihak yang telah menghadirkan ruang dialog yang inspiratif bagi masyarakat melalui kegiatan ini,” ungkapnya.
Diakhir sambutannya, Wakil Bupati berharap Pameran Seni Rupa “Simulakra” dapat melahirkan gagasan-gagasan baru, memperluas jaringan kolaborasi antar seniman, serta menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan mencintai budaya bangsa.
As’ad Yahya Safi’i secara resmi membuka Pameran Seni Rupa “Simulakra” dalam rangkaian Road to Festival Muharam 2026.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sukses, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan seni, budaya, serta pembangunan Kabupaten Bondowoso,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi


