PGRI Bondowoso Luncurkan PGRI Power, Targetkan 1.000 Guru Mahir AI dan Coding

Bondowoso, ulas.co.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bondowoso resmi meluncurkan PGRI Power yang dirangkai dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI), Sabtu (25/7/2026). Program ini menjadi langkah nyata PGRI dalam menyiapkan guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan peran utamanya sebagai pendidik.
Ketua PGRI Kabupaten Bondowoso, Suhartono, menegaskan bahwa PGRI Power merupakan tindak lanjut dari program nasional PGRI yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan AI dan coding di dunia pendidikan.
Menurutnya, perkembangan teknologi tidak dapat dihindari sehingga guru harus mampu beradaptasi dan memanfaatkannya untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
“PGRI Power bertujuan mengajak guru adaptif terhadap perkembangan digital. Tidak ada alasan guru tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi di era sekarang,” ujar Suhartono.
BACA JUGA: peringatan-han-2026-dinsos-p3akb-bondowoso-catat-34-kasus-kekerasan-anak-pencegahan-terus-diperkuat
Ia menekankan bahwa kehadiran kecerdasan buatan (AI) bukan untuk menggantikan guru, melainkan menjadi alat bantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Yang perlu dicatat, coding dan AI bukan pengganti guru. Guru tetap memiliki peran utama dalam membimbing, mendidik, dan mengawal peserta didik. Teknologi hanya menjadi sarana untuk memperkuat proses belajar mengajar,” tegasnya.
PGRI Bondowoso menargetkan sedikitnya 1.000 guru mengikuti program ini secara bertahap melalui pola pembelajaran in-on, sehingga peserta tidak hanya menerima materi saat pelatihan, tetapi juga menerapkannya dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
BACA JUGA: kapolres-bondowoso-kunjungi-nenek-dhuafa-yang-tinggal-di-rumah-tidak-layak-huni
Bimtek perdana diikuti 138 guru secara langsung, sementara peserta lainnya bergabung secara daring. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMA/SMK.
Materi yang diberikan mencakup pemanfaatan AI, coding, serta berbagai platform digital untuk membantu guru menyusun perangkat pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
Melalui PGRI Power, PGRI Bondowoso berharap lahir lebih banyak guru yang memiliki kompetensi digital, mampu berinovasi dalam pembelajaran, serta tetap menempatkan nilai-nilai pendidikan dan karakter sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan.
Penulis: Redaksi


