Bondowoso Menyala, Ekonomi Berputar Siang Malam: Inisiatif Rakyat Tanpa Dana APBD

Wakil bupati bondowoso dan plt kepala dinas perhubungan saat melaunching Bondowoso Menyala serta peringati HUT Dishubnas (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Sebuah langkah monumental ditorehkan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Dalam momentum peringatan Hari Perhubungan Nasional, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i bersama Plt. Kepala Dinas Perhubungan Slamet Yantoko secara resmi meluncurkan program unggulan bertajuk “Bondowoso Menyala”, sebuah terobosan penerangan jalan berbasis partisipasi rakyat tanpa mengandalkan dana APBD. Rabu malam (10/9/2025) bertempat di Alun alun RBA Kironggo.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i menyampaikan bahwa program ini lahir dari kerinduan bersama akan kota yang tidak hanya hidup di siang hari, tetapi juga berdenyut hingga malam.

“Harapan kita malam ini adalah satu: Bondowoso tidak gelap lagi. Dengan penerangan yang memadai, perputaran ekonomi bisa terjadi siang dan malam. Masyarakat pun dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ungkap Wabup As’ad.

Menurutnya, “Bondowoso Menyala” bukan sekadar program teknis, melainkan sebuah simbol kebangkitan, bahwa Kabupaten Bondowoso ini tidak lagi tertinggal dalam pelayanan dasar, terutama soal penerangan jalan umum.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko menjelaskan, bahwa peresmian Bondowoso Menyala dan peringati HUT Dinas Perhubungan ini tidak menggunakan dana APBD, pendanaan program murni berasal dari kontribusi masyarakat, NGO khususnya dari LSM Perintis dan para pelaku UMKM lokal.

“Ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat bisa berpartisipasi langsung dalam pembangunan, tanpa harus bergantung pada anggaran pemerintah,” ungkap Slamet.

Ia menambahkan, Dinas Perhubungan menargetkan seluruh titik lampu jalan yang menjadi tanggung jawab Pemkab Bondowoso akan menyala sempurna sebelum akhir tahun. Bahkan, pihaknya tengah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar aset lampu milik provinsi yang ada di Bondowoso juga dapat difungsikan secara optimal.

Quick Win untuk Visi Bupati

Program “Bondowoso Menyala” juga disebut sebagai quick ween dalam mewujudkan visi-misi Bupati Bondowoso untuk membangun kota yang lebih terang, aman, dan produktif.

“Kami tidak hanya memasang lampu, tapi menyalakan harapan. Ini adalah bagian dari langkah besar menuju Bondowoso yang lebih maju, mandiri, dan menyala,” ujarnya Slamet.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat. Acara launching berlangsung meriah, dipadukan dengan pertunjukan seni budaya dan pameran UMKM lokal. Hal ini mencerminkan bahwa program ini bukan hanya urusan infrastruktur, melainkan juga penguatan sosial, ekonomi, dan kebudayaan lokal.

“Bondowoso Menyala” adalah cermin dari pemerintahan yang berani, kreatif, dan partisipatif, di mana pemerintah dan rakyat berjalan beriringan menyalakan terang di tengah keterbatasan. (Yus)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *