Inces Magdalena/Lina Owner SPPG Mitra Mandiri Tegal Pasir Hadiri HUT TNI ke-80 di Bondowoso

Inces Magdalena/Lina Owner SPPG Mitra Mandiri Tegal Pasir Jambesari saat Menghadiri HUT TNI ke-80 (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo berlangsung khidmat, penuh semangat persatuan dan cinta tanah air. Namun, ada yang berbeda tahun ini. Dari tengah barisan tamu undangan, hadir sosok perempuan yang membawa pesan kuat, bahwa ketahanan negara tidak akan sempurna tanpa ketahanan pangan yang kokoh. Minggu (5/10/2025).
Ia adalah Magdalena / Lina Tri Puspita Sudarmo Putri, atau yang akrab disapa Inces Lina, Owner SPPG Mitra Mandiri Desa Tegal Pasir Jambesari. Kehadirannya bukan sekadar bentuk penghormatan terhadap institusi TNI, tetapi juga representasi perjuangan dari lini non-militer yang tak kalah strategis memastikan rakyat Indonesia cukup makan, cukup gizi, dan siap menyongsong masa depan.
“TNI menjaga batas wilayah dan kedaulatan negara. Kami menjaga gizi rakyat agar bangsa ini tetap berdiri kuat, sehat, dan mandiri. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Bela negara adalah tugas bersama,” ujar inces Lina.
Ketahanan nasional bukan hanya soal pertahanan bersenjata, tapi juga ketahanan tubuh dan pikiran rakyatnya. Dalam konteks itu, apa yang diperjuangkan SPPG Mitra Mandiri menjadi sangat relevan.
Inces Lina menekankan, bahwa pentingnya sinergi antara sektor pertahanan dan sektor sipil, terutama dalam upaya penanggulangan stunting, kemandirian pangan rumah tangga, dan edukasi gizi di akar rumput. Ia menyebut bahwa kerja sama dengan Babinsa, bidan desa, dan tokoh masyarakat telah mulai membuahkan hasil.
“Kami menyebut diri kami ‘petani gizi’. Bukan hanya memberi makan, tapi menanam harapan. Ini adalah bentuk bela negara dari sektor pangan,” ujarnya.
Inces Lina meng-inspirasi untuk Indonesia Emas 2045. Nilai-nilai disiplin, loyalitas, dan gotong royong yang menjadi identitas TNI. Menurut Inces Lina, juga menjadi inspirasi utama dalam membangun SPPG Mitra Mandiri. Visi besarnya selaras dengan cita-cita besar Indonesia Emas 2045: menciptakan generasi unggul yang sehat jasmani dan rohani.
“Indonesia tidak hanya butuh tank dan rudal. Kita juga butuh anak-anak yang tidak lapar, ibu-ibu yang paham gizi, dan keluarga yang mandiri secara pangan. Inilah bentuk kekuatan bangsa yang sebenarnya,” tambahnya.
Bela Negara Bukan Hanya Militer. Upacara HUT TNI ke-80 di Bondowoso ini menjadi bukti bahwa semangat bela negara telah meluas ke semua lini kehidupan. Forkopimda, pelajar, komunitas, hingga pejuang gizi seperti inces Lina menunjukkan bahwa menjaga Indonesia adalah tanggung jawab bersama.
SPPG Mitra Mandiri, yang digagas oleh inces Lina, menjadi contoh konkret bahwa perjuangan membela negara bisa dimulai dari dapur rumah tangga, dari lahan pekarangan, dan dari edukasi gizi untuk anak-anak desa.
“Negara ini tidak hanya dijaga dengan senjata, tapi juga dengan sendok makan yang bergizi, tanah yang ditanami sayur, dan perempuan-perempuan desa yang tahu caranya membesarkan anak sehat. Di sanalah letak kekuatan sejati Indonesia,” pungkasnya. (Yus)







