Terbuka: Seleksi 11 Jabatan di Bondowoso Diikuti 55 Peserta, Bupati dan Kejari Tegaskan Transparansi dan Tanpa Intervensi

Bupati Bondowoso bersama kejari saat usai tinjau seleksi 11 jabatan yang diikuti 55 peserta dri Bondowoso dan 1 dari Jember (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

 

Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi melaksanakan seleksi terbuka 11 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) yang diikuti oleh 55 peserta, mayoritas berasal dari Bondowoso dan satu peserta dari Kabupaten Jember. Rabu (17/12/2025) berempat di SMP Negeri 1 Bondowoso.

Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid menegaskan bahwa proses seleksi ini dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel, sebagai bagian dari upaya penataan birokrasi yang lebih baik dan profesional.

“Seleksi ini adalah bagian dari ikhtiar kita membangun tata kelola pemerintahan yang sehat. Prosesnya transparan, seluruh tahapan dilakukan secara digital, dan hasilnya murni berdasarkan kompetensi serta kinerja masing-masing peserta,” tegasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-hadiri-sedekah-oksigen-gp-ansor-dukung-ketahanan-pangan/

Menurutnya, seluruh tahapan seleksi akan melalui mekanisme yang ketat, mulai dari seleksi administrasi, seleksi teknis, hingga tahapan lanjutan, dengan sistem digital untuk menjamin objektivitas dan proporsionalitas penilaian.

Bupati juga menegaskan bahwa tidak ada intervensi dalam bentuk apa pun terhadap hasil seleksi.

“Pendampingan yang dilakukan hanya sebatas memberikan saran profesional, bukan menentukan hasil. Siapa yang lolos dan tidak lolos sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan peserta,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/evaluasi-dan-rekonsiliasi-pajak-jadi-kunci-optimalisasi-pad-bondowoso/

Pemkab Bondowoso juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak mempercayai informasi yang tidak resmi atau simpang siur di lapangan.

“Semua informasi resmi akan kami sampaikan secara terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tambah Bupati Hamid Wahid.

Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-polres-dan-dprd-kabupaten-bondowooso-perkuat-sinergi-antisipasi-bencana-hidrometeorologi/

Kejari Bondowoso bersama Bupati saat usai tinjau acara seleksi 11 posisi jabatan di pemkab bondowoso (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso, Dzakiyul Fikri, menyampaikan bahwa pihaknya hadir untuk memberikan pendampingan hukum guna memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Kami mendampingi sejak awal untuk memastikan proses ini bersih, transparan, dan bebas dari penyimpangan. Pendampingan ini bukan untuk mengintervensi, melainkan memastikan prosedur dijalankan dengan benar,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan sistem digital dalam seleksi jabatan merupakan langkah strategis untuk meminimalkan subjektivitas serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil seleksi.

Baca juga: https://ulas.co.id/ahli-gizi-sppg-magdalena-pastikan-kualitas-telur-kremes-aman-dan-bergizi/

Dalam proses seleksi ini, terdapat tahapan tertentu yang bersifat rahasia hingga penetapan akhir. Namun demikian, setelah proses selesai, hasil seleksi akan diumumkan secara terbuka, termasuk penjelasan terkait peserta yang lolos maupun yang belum lolos.

Seleksi terbuka ini diharapkan mampu menghasilkan pejabat-pejabat terbaik yang memiliki integritas, kompetensi, serta mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kinerja Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Penulis: Redaksi

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *