Bupati Bondowoso: Juknis Terbaru Perkuat Ekonomi Sirkular dan Libatkan UMKM Lokal

Bupati dan Wabup saat usai menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi bersama owner SP OG (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid menegaskan bahwa petunjuk teknis (juknis) terbaru yang diberlakukan pemerintah pusat kini telah mengakomodasi berbagai perkembangan dan permasalahan yang sebelumnya muncul dalam pelaksanaan program nasional, khususnya yang berkaitan dengan sektor pendidikan dan penyediaan pangan.
Menurut Bupati Hamid Wahid, sejumlah persoalan pada tahap awal pelaksanaan kini telah diperbaiki, mulai dari pengaturan penerima manfaat hingga mekanisme pengawasan.
Baca juga: https://ulas.co.id/presiden-ri-melalui-yayasan-gsn-salurkan-200-becak-listrik-di-bondowoso-2-000-unit-menyusul/
“Juknis terbaru ini sudah jauh lebih baik. Permasalahan yang sebelumnya muncul telah diakomodasi dan diperbaiki, termasuk pengaturan bagi guru dan siswa, serta mekanisme pelaporan dan evaluasi yang kini lebih jelas dan terukur,” ujarnya, Senin (26/1/2026) di Ballroom hotel ijen view.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut berlaku secara nasional dan menjadi pijakan penting dalam memperkuat peran pemerintah daerah. Salah satu fokus utama adalah penyediaan bahan pangan, khususnya bahan makanan nabati, yang kini semakin banyak disuplai secara langsung.
Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-apresiasi-program-bantuan-200-unit-becak-listrik-dari-presiden-ri-untuk-masyarakat-kecil/
Lebih lanjut, Bupati Hamid Wahid menekankan pentingnya penerapan ekonomi sirkular di daerah. Pemerintah, kata dia, telah diberi peran strategis melalui Peraturan Presiden terbaru yang menjadi landasan kebijakan.
“Peran pemerintah dalam Perpres ini akan terus kita optimalkan agar ekonomi sirkular benar-benar berjalan. Harapannya, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat daerah,” jelasnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/ketua-dpc-partai-gerindra-bondowoso-dorong-bantuan-200-unit-becak-listrik-berkelanjutan-untuk-lansia-dan-devabel/
Dalam konteks ketahanan pangan, Pemkab Bondowoso mendorong agar kebutuhan bahan makanan seperti sayur-mayur, daging, dan telur dapat dipenuhi terlebih dahulu dari wilayah sekitar.
“Kita dorong suplai dari daerah sendiri. Kalau belum mencukupi, barulah dari luar. Ini penting agar sektor pertanian dan peternakan lokal tumbuh,” kata Bupati.
Baca juga: https://ulas.co.id/personil-polres-bondowoso-bersama-tim-gabungan-berhasil-temukan-korban-hanyut-di-bendungan-sampean-baru-bondowoso/
Meski demikian, ia mengakui bahwa pelaksanaan program masih berada pada tahap awal. Saat ini capaian baru berada di kisaran 40 hingga 43 persen dari target 95 persen.
“Ini masih proses. Selama ini pola suplai dari daerah memang belum tertata dan belum terkoneksi dengan baik. Ke depan, ini yang akan kita benahi,” ujarnya.
Bupati Hamid Wahid menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong keterlibatan UMKM dan masyarakat sekitar agar memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.
“Kita ingin UMKM lokal dan masyarakat sekitar ikut terlibat, sehingga perputaran ekonomi di daerah semakin kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi







