Tiga Warisan Budaya Bondowoso Resmi Berstatus Nasional, Khofifah: Ini Fondasi Karakter dan Kebangkitan Daerah

Bupati Bondowoso saat Terima penyerahan sertifikat warisan budaya tak benda Indonesia (WBTbl) dari Gubernur Jatim, serta Kadisparbudpora Bondowoso saat menghadiri penyerahan sertifikat WBTbl di malang (foto dok: istimewa) 

Bondowoso, ulas.co.id – Pengakuan terhadap kekayaan budaya daerah kembali menguat. Tiga tradisi khas Kabupaten Bondowoso resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI) dalam seremoni yang digelar di Gedung Taman Kridha Budaya, Malang, Minggu (22/02/2026).

Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid. Momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan identitas budaya sekaligus strategi pembangunan berbasis kearifan lokal.

Baca juga: https://ulas.co.id/bpbd-kabupaten-bondowoso-droping-bantuan-logistik-untuk-sekolah-terdampak-longsor-di-wringin/

Tiga warisan budaya yang ditetapkan adalah Topeng Kona, Tape Bondowoso, dan Selamatan Gugur Gunung. Ketiganya dinilai memiliki nilai historis, filosofis, sosial, hingga ekonomi yang kuat dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pengakuan WBTbI bukan sekadar seremoni administratif, melainkan amanah besar untuk menjaga keberlanjutan budaya.

“Pengakuan ini harus dimaknai sebagai tanggung jawab kolektif. Budaya bukan hanya identitas, tetapi juga aset strategis yang mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/longsor-terjang-dusun-timur-cora-bpbd-bondowoso-pastikan-tidak-ada-korban-jiwa/

Menurutnya, Topeng Kona merepresentasikan kekayaan seni pertunjukan tradisional yang sarat pesan moral dan spiritual. Sementara Tape Bondowoso menjadi bukti bahwa kearifan lokal mampu bertahan lintas generasi sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Adapun Selamatan Gugur Gunung mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Jawa Timur.

Khofifah juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya melalui pendekatan kreatif dan inovatif. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, dan pelaku ekonomi kreatif sangat penting agar warisan budaya tak benda tidak berhenti pada pelestarian, tetapi juga berkembang secara produktif.

“Budaya adalah fondasi karakter bangsa. Jika budaya kita kokoh, maka jati diri kita sebagai bangsa juga akan kuat. Ini harus menjadi bagian integral dari pembangunan daerah,” tegasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/festival-ramadan-1447-h-resmi-dibuka-dorong-umkm-bondowoso-tembus-omzet-rp10-miliar/

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong pengakuan nasional terhadap warisan budaya daerahnya.

Ia menegaskan bahwa penetapan ini akan menjadi energi baru bagi Bondowoso untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.

“Ini bukan akhir, tetapi awal dari kerja besar kami untuk memastikan warisan budaya ini terus hidup, diwariskan kepada generasi muda, dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/polres-bondowoso-tebar-kebaikan-berbagi-takjil-kepada-masyarakat/

Dengan pengakuan tersebut, Bondowoso semakin menegaskan posisinya sebagai daerah yang kaya tradisi dan berkomitmen menjadikan budaya sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *