Seleksi Ketat 480 Pelamar, SPPG Mitra Mandiri Tegaskan Tanpa Pungli dan Prioritaskan Warga Lokal

Owner magdalena SPPG Mitra Mandiri ABK Lentera Nusantara didampingi panitia tim seleksi saat usai berikan sambutan dan penjelasan kepada peserta pelamar kerja (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Proses rekrutmen karyawan dapur SPPG Mitra Mandiri ABK Lentera Nusantara di Tegal Ampel berlangsung ketat dan transparan. Dari total 480 pelamar, hanya sekitar 47 orang yang akan diterima untuk mengisi berbagai divisi.
Owner SPPG Mitra Mandiri ABK Lentera Nusantara, Lina Puspita Sudarmo Putri yang akrab disapa Incess Magdalena menyampaikan bahwa tahapan seleksi dimulai dengan pemberkasan pada 7–8 April 2026, dilanjutkan dengan wawancara pada Sabtu (11/4/2026) di dapur MBG Tegal Ampel.
“Dalam proses seleksi dan wawancara, kami ingin semuanya tetap kondusif. Harapan kami para pelamar bisa berbesar hati dan tetap semangat. Yang belum terpilih bukan berarti tidak layak, tetapi mungkin belum rezekinya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilakukan secara profesional tanpa pungutan liar. Pihaknya sangat menyayangkan adanya isu permintaan sejumlah uang kepada calon karyawan.
“Hal seperti itu sangat merugikan kami. Dari yayasan maupun mitra tidak ada praktik penarikan uang, calo, atau hal negatif lainnya. Ini murni sesuai ketentuan dari pusat. Jika ada yang terbukti melakukan, akan kami tindak secara hukum,” tegasnya.

Dalam proses seleksi, panitia menyiapkan sejumlah pertanyaan yang disesuaikan dengan pengalaman kerja dan usia pelamar. Selain itu, warga setempat menjadi prioritas utama dalam penerimaan tenaga kerja.
“Kami mengutamakan warga sekitar, khususnya pemuda-pemudi setempat. Namun pelamar juga datang dari desa lain bahkan luar Kecamatan Tegal Ampel, dan itu tidak bisa kami batasi,” jelasnya.

Setelah tahap wawancara, proses akan berlanjut pada pengumuman hasil seleksi, verifikasi dan validasi ulang berkas, hingga persiapan operasional dapur. Pihak SPPG memperkirakan operasional penuh dapat berjalan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan, menunggu verifikasi akhir dari pusat.

Panitia tim seleksi saat melaksanakan interview pada semua peserta pelamar kerja di SPPG Tegal Ampel (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Sementara itu, Batu’ut Koramil Tegal Ampel, Peltu Junaedi, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu negatif terkait rekrutmen tersebut.
“Biasanya orang lebih cepat menyebarkan kabar buruk daripada yang baik. Tidak ada orang dalam dalam proses ini. Kami berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi







