Strategi Dinas Pariwisata Dorong PAD Bondowoso: Cashless, Transparansi, hingga Penguatan Pengawasan

Kadisparbudpora Bondowoso bersama staf dan para pengelola wisata saat gelar rapat konsultasi dan koordinasi di aula dinas setempat (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Dinas Pariwisata Kabupaten Bondowoso terus berupaya mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai langkah strategis, mulai dari digitalisasi layanan hingga penguatan pengawasan di lapangan. Kamis (9/4/2026) diruang tempat kerjanya.

Kepala Dinas Pariwisata Buday Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bondowoso, Gede Budiawan menyampaikan bahwa pihaknya dituntut untuk terus mengoptimalkan potensi pendapatan, khususnya dari sektor destinasi wisata. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memperkuat sistem pelayanan berbasis digital.

“Kami mengutamakan layanan cashless agar transaksi lebih cepat, transparan, dan bisa dipantau secara real time. Saat ini seluruh destinasi wisata sudah bisa menggunakan tiga metode pembayaran,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/pertahankan-nindya-bidik-lebih-tinggi-bondowoso-perkuat-sinergi-total-demi-masa-depan-anak-yang-lebih-gemilang/

Metode tersebut meliputi pembayaran menggunakan QRIS bagi pengunjung yang memiliki aplikasi dompet digital, pembayaran melalui mesin yang terhubung dengan Bank Jatim, hingga opsi terakhir berupa tiket manual apabila terkendala jaringan.

“Memang ada beberapa lokasi wisata yang sinyalnya masih terbatas. Kalau dua opsi digital tidak bisa digunakan, terpaksa kita gunakan tiket manual. Tapi tetap kami perkuat pengawasan,” tambahnya.

Untuk memastikan akuntabilitas, Dinas Pariwisata menerapkan sistem pengamanan berlapis. Selain pengawasan internal, pengunjung juga dilibatkan dengan imbauan agar memastikan tiket yang diterima telah dirobek sebagai bukti sah.

“Artinya ada tiga layer pengamanan yang kami terapkan. Ini untuk memastikan tidak ada kebocoran dan PAD bisa maksimal,” jelasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-tekankan-penguatan-kapasitas-asn-dalam-kegiatan-capacity-building-di-jember/

Tak hanya di sektor wisata, sistem serupa juga mulai diterapkan pada sarana dan prasarana olahraga di Bondowoso. Pembayaran penggunaan fasilitas olahraga diarahkan menggunakan QRIS agar langsung masuk ke kas daerah.

“Semua transaksi kami dorong langsung masuk ke kas daerah, tidak melalui perantara. Pencatatannya juga kami minta bisa detail per lokasi, sehingga mudah dievaluasi,” katanya.

Selain itu, Dinas Pariwisata juga meningkatkan layanan publik melalui kanal pengaduan dan informasi berbasis digital. Masyarakat kini bisa mengakses layanan melalui hotline WhatsApp untuk pengaduan maupun informasi wisata.

“Ini tidak hanya untuk pengaduan, tapi juga membantu wisatawan luar daerah yang ingin mengetahui destinasi di Bondowoso. Selama ini mereka tahunya hanya Kawah Ijen, padahal banyak potensi lain,” ungkapnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/tiga-nama-mengemuka-di-muscab-pkb-bondowoso-2026-dpp-tegaskan-proses-berbasis-aspirasi-akar-rumput/

Beberapa destinasi lain yang mulai dipromosikan antara lain Kawah Wurung, Padang Savana, Bukit Teletubbies, hingga kawasan wisata Jampit dan Taman Galuh.

Di sisi internal, Dinas Pariwisata juga melakukan pembenahan melalui audit rutin, baik audit kinerja maupun keuangan. Setiap destinasi kini memiliki koordinator yang wajib melaporkan capaian secara berkala.

“Setiap bulan kami evaluasi. Kami ingin teman-teman di lapangan punya rasa memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap capaian PAD,” tegasnya.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Dinas Pariwisata juga menjalin koordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) guna mendapatkan pendampingan dalam optimalisasi target PAD.

Baca juga: https://ulas.co.id/pad-bondowoso-capai-1582-persen-sekda-dorong-digitalisasi-dan-inovasi-percepatan/

Sementara itu, terkait rencana pengembangan layanan tiket online melalui platform pihak ketiga, pihaknya mengaku masih dalam tahap kajian.

“Kami masih mempersiapkan sistemnya. Ke depan kemungkinan ke arah sana, tapi tentu harus melalui tahapan yang matang,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *