Pertahankan Nindya, Bidik Lebih Tinggi: Bondowoso Perkuat Sinergi Total Demi Masa Depan Anak yang Lebih Gemilang

Bondowoso, ulas.co.id – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso, Moh. Imron, menegaskan komitmen daerah dalam mempertahankan capaian Kabupaten Layak Anak (KLA) yang saat ini berada pada kategori Nindya dengan skor 769. Rabu (8/4/2026) di Sabha Bina Sekretariat Pemkab setempat.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pemenuhan dan perlindungan hak anak di Bondowoso. Karena itu, ia menekankan agar prestasi tersebut tidak mengalami penurunan pada evaluasi berikutnya.

“KLA kita terakhir berada di level Nindya dengan skor 769. Ini minimal harus kita pertahankan, jangan sampai turun,” tegas Imron.

Baca juga: https://ulas.co.id/tiga-nama-mengemuka-di-muscab-pkb-bondowoso-2026-dpp-tegaskan-proses-berbasis-aspirasi-akar-rumput/

Ia menyampaikan, upaya mempertahankan bahkan meningkatkan capaian KLA tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergitas kuat antar seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, lembaga masyarakat, dunia usaha, media, hingga peran aktif keluarga.

Imron menambahkan, penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), peningkatan kualitas data dukung, serta konsistensi program yang berpihak pada anak menjadi kunci utama dalam menghadapi evaluasi KLA ke depan.

Kabid PPPA Dinsos P3AKB Bondowoso saat menghadiri rapat persiapan KLA 2026 (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Sementara itu, Kepala Bidang PPPA Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidatul Laily, menekankan pentingnya kesiapan teknis dalam menghadapi proses evaluasi KLA, terutama terkait kelengkapan data dukung dan kesesuaian indikator penilaian.

Baca juga: https://ulas.co.id/pad-bondowoso-capai-1582-persen-sekda-dorong-digitalisasi-dan-inovasi-percepatan/

Menurutnya, selama ini masih ditemukan sejumlah tantangan, seperti sinkronisasi data antar perangkat daerah, pemahaman indikator yang belum merata, serta perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Ke depan, kami akan lebih fokus pada penguatan data yang valid dan terintegrasi, serta memastikan setiap indikator KLA terpenuhi dengan baik sesuai pedoman. Pendampingan dan koordinasi lintas sektor juga terus kami intensifkan,” ujar Laily.

Ia juga menegaskan bahwa partisipasi aktif seluruh pihak, termasuk kecamatan dan desa, sangat menentukan keberhasilan implementasi KLA di tingkat daerah.

“Dengan sinergi yang kuat dari seluruh stakeholder, kami optimistis capaian KLA Bondowoso dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *