Tiga Nama Mengemuka di Muscab PKB Bondowoso 2026, DPP Tegaskan Proses Berbasis Aspirasi Akar Rumput

Hj Anggia Erma Rini Wasekjen DPP PKB bersama H. Dhafir, H. Tohari dan H. Ubaidillah saat pengusulan Muscab PKB di Bondowoso (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id/ — Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Bondowoso berlangsung dinamis dan sarat nuansa konsolidasi. Forum yang digelar Sabtu (4/4/2026) ini menegaskan arah baru partai dalam menentukan kepemimpinan yang lebih terbuka, terukur, dan berbasis aspirasi akar rumput.

Dalam forum tersebut, mengemuka tiga nama kandidat Ketua Tanfidz Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Bondowoso. Ketiganya merupakan kader berpengalaman yang saat ini aktif di lembaga legislatif.

Baca juga: https://ulas.co.id/pad-bondowoso-capai-1582-persen-sekda-dorong-digitalisasi-dan-inovasi-percepatan/

Ketiga nama itu adalah Ahmad Dhafir yang juga menjabat Ketua DPC PKB Bondowoso, Tohari, serta Ubaidillah.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB, Anggia Erma Rini, menegaskan bahwa kemunculan ketiga nama tersebut merupakan hasil proses panjang yang melibatkan komunikasi berjenjang dari pusat hingga daerah.

“Nama-nama yang muncul bukan keputusan sepihak. Ini hasil komunikasi berlapis antara DPP, DPW, hingga DPC, serta menyerap aspirasi dari bawah,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/kapolres-bondowoso-sampaikan-pesan-kebanggaan-dalam-pelepasan-satgas-unifil-yonif-514-ke-lebanon/

Menurut Anggia, Muscab kali ini tidak lagi diposisikan sebagai ajang kompetisi internal yang berpotensi memecah soliditas partai. Sebaliknya, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat organisasi dan menyatukan visi ke depan.

Pendekatan ini merupakan implementasi dari keputusan Muktamar PKB sebelumnya yang mendorong proses musyawarah yang lebih demokratis, namun tetap terarah dan terstruktur.

Meski DPP telah melakukan pemetaan kandidat, ruang demokrasi tetap dibuka.

Baca juga: https://ulas.co.id/dandim-0822-bondowoso-lepas-satgas-yonmek-tni-konga-xxiii-unifil-ke-lebanon/

Peserta Muscab diberi kesempatan menyampaikan pandangan, termasuk mengusulkan nama alternatif sebagai bagian dari dinamika internal partai.

“Kalau ada usulan lain, tentu akan menjadi bagian dari pertimbangan. Forum ini tetap memberi ruang perbedaan pendapat,” tegasnya.

Dalam menentukan Ketua Tanfidz, DPP PKB mempertimbangkan sejumlah indikator utama, seperti rekam jejak perjuangan, loyalitas dan pengabdian terhadap partai, serta keselarasan dengan ideologi PKB.

Baca juga:https://ulas.co.id/sekda-fathur-rozi-transformasi-budaya-kerja-asn-jadi-kunci-hadapi-tantangan-global/

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-targetkan-perbaikan-jembatan-sempol-bandilan-tarum-klekean-rampung-akses-warga-segera-pulih/

Tak hanya itu, peran kiai dan tokoh kultural juga menjadi faktor penting dalam proses penentuan. Masukan dari kalangan ini dinilai sebagai representasi nilai-nilai tradisional yang menjadi karakter kuat PKB.

Muscab PKB Bondowoso 2026 menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi nasional partai di berbagai daerah. DPP berharap forum ini tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat arah politik partai agar lebih responsif terhadap dinamika daerah dan nasional.

Baca juga: https://ulas.co.id/dinas-perkim-bondowoso-mulai-perbaikan-rumah-terdampak-bencana-prioritaskan-kerusakan-berat/

Penetapan Ketua Tanfidz akan dilakukan sesuai mekanisme internal yang berlaku, sebelum dilanjutkan dengan penyusunan struktur kepengurusan secara menyeluruh melalui koordinasi antara DPP dan DPC.

Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif, Muscab ini diharapkan menjadi momentum bagi PKB untuk tampil semakin solid, adaptif, dan siap menghadapi tantangan politik ke depan.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-abd-hamid-wahid-pastikan-penanganan-sementara-infrastruktur-segera-dilaksanakan/

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *