PAD Bondowoso Capai 15,82 Persen, Sekda Dorong Digitalisasi dan Inovasi Percepatan

Sekda Bondowoso bersama kepala Bapenda beserta kepala OPD (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bondowoso hingga Triwulan I Tahun 2026 baru mencapai 15,82 persen atau sebesar Rp52,67 miliar dari target Rp333,02 miliar. Capaian tersebut masih berada di bawah benchmark Triwulan I sebesar 20 persen, sehingga mendorong Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk segera melakukan percepatan kinerja secara kolaboratif lintas perangkat daerah.

Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi evaluasi kinerja PAD yang digelar di Sabha Bina Praja I, Kamis (2/4/2026), dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, dan dihadiri Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), UPT PPD Jawa Timur di Bondowoso, Bank Jatim, serta jajaran perangkat daerah penghasil.

Baca juga:https://ulas.co.id/sekda-fathur-rozi-transformasi-budaya-kerja-asn-jadi-kunci-hadapi-tantangan-global/

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa percepatan PAD harus dilakukan melalui transformasi pengelolaan pendapatan daerah dengan dua pendekatan utama, yakni optimalisasi potensi dan inovasi berbasis keterbatasan.

Menurutnya, potensi PAD di Bondowoso masih belum tergarap maksimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemetaan potensi berbasis data serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.

“Keterbatasan bukan menjadi hambatan, tetapi harus melahirkan inovasi. Digitalisasi adalah kunci percepatan peningkatan PAD,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa digitalisasi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kinerja PAD melalui sistem pemungutan yang lebih transparan, efisien, dan terintegrasi secara real-time. Seluruh perangkat daerah penghasil didorong untuk menghadirkan inovasi layanan berbasis digital.

Baca juga: https://ulas.co.id/dandim-0822-bondowoso-lepas-satgas-yonmek-tni-konga-xxiii-unifil-ke-lebanon/

Selain itu, Sekda memberikan tantangan kepada perangkat daerah untuk berlomba menghadirkan terobosan, dengan dukungan sinergi bersama Bank Jatim. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala setiap triwulan dalam kerangka penguatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).

Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko, menyampaikan bahwa kinerja PAD saat ini masih menghadapi dua tantangan utama, yakni potensi yang belum tergali optimal dan eksekusi yang belum maksimal.

Baca juga: https://ulas.co.id/kapolres-bondowoso-sampaikan-pesan-kebanggaan-dalam-pelepasan-satgas-unifil-yonif-514-ke-lebanon/

Ia menyebut sejumlah sektor strategis yang menjadi perhatian, di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), serta retribusi perizinan tertentu.

Untuk itu, strategi percepatan difokuskan pada optimalisasi pemungutan berbasis data, percepatan digitalisasi melalui ETPD, serta penguatan pengawasan dan penagihan.

“Pencapaian PAD merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah penghasil, sehingga diperlukan komitmen dan sinergi yang kuat,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-abd-hamid-wahid-pastikan-penanganan-sementara-infrastruktur-segera-dilaksanakan/

Dengan penguatan strategi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Bondowoso optimistis capaian PAD akan terus meningkat seiring berjalannya tahun anggaran 2026. Percepatan sejak awal tahun diharapkan mampu menjaga tren positif sekaligus memastikan target PAD tercapai optimal sebagai fondasi kemandirian fiskal daerah.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-targetkan-perbaikan-jembatan-sempol-bandilan-tarum-klekean-rampung-akses-warga-segera-pulih/

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *