Anggaran Semester I 2026 Disdukcapil Bondowoso 46 Persen, Gozal Rawan Dorong Percepatan Layanan Digital

BONDOWOSO, Ulas.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bondowoso mendorong peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan melalui penguatan sarana dan prasarana, khususnya perangkat pendukung layanan digital.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disdukcapil Kabupaten Bondowoso, Gozal Rawan, usai mengikuti rapat kerja (raker) bersama Komisi I DPRD Bondowoso, Selasa (11/8/2026).

Gozal mengatakan, realisasi anggaran Disdukcapil pada semester I 2026 berada di kisaran 46 persen. Angka tersebut masih akan terus digenjot pada semester II agar pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan lebih optimal.

“Di 2025 itu 88,57 persen. Semester satu 2026 itu 46 sekian persen. Jadi kita berharap untuk 2026 semester dua nantinya bisa lebih baik dari semester dua tahun lalu,” ujar Gozal.

BACA JUGA: Lomba Mancing Hut Ri Jadi Stimulan Disnakkan Bondowoso Bidik Peningkatan Pad

Menurutnya, salah satu komponen penting dalam penggunaan anggaran adalah pemenuhan kebutuhan belanja pegawai, termasuk gaji PNS dan PPPK. Namun, pihaknya berharap anggaran yang tersedia juga dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Yang terpenting itu nantinya kita berharap ada peningkatan layanan publik bagi masyarakat,” katanya.

Gozal menilai, peningkatan pelayanan tersebut salah satunya membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, terutama infrastruktur digital. Pasalnya, sejumlah perangkat yang digunakan untuk pelayanan administrasi kependudukan saat ini sudah berusia cukup lama.

Ia menyebut perangkat yang berada di meja loket pelayanan rata-rata sudah digunakan sejak sekitar 2015. Bahkan, terdapat perangkat lain yang usianya lebih tua, yakni sejak 2012.

“Perangkat yang ada di meja loket layanan kita ini rata-rata tahun 2015. Jadi kita berharap, walaupun tidak semuanya, ada penambahan untuk bisa menyesuaikan percepatan layanan secara online,” jelasnya.

BACA JUGA: Pramuka Garuda Dilantik Kontingen Jambore Nasional Xii Bondowoso Resmi Dilepas

Ahmad Yazdan Azmi Arifin Lolos Seleksi Siap Wakili Bondowoso di Jamnas Xii

Menurut Gozal, transformasi layanan administrasi kependudukan secara digital membutuhkan dukungan perangkat yang memadai. Sebab, percepatan layanan daring tidak hanya bergantung pada sistem aplikasi, tetapi juga kesiapan perangkat yang digunakan petugas di lapangan.

Ia menegaskan, upaya digitalisasi pelayanan sebenarnya sudah mulai diterapkan di Bondowoso. Namun, optimalisasi layanan tersebut masih menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat yang sudah berusia cukup lama.

“Sebetulnya di Bondowoso juga sudah dimulai. Cuma kembali kendalanya kepada perangkat yang ada di sana, karena itu perangkat yang lama,” ungkapnya.

Gozal berharap peningkatan kualitas layanan Disdukcapil ke depan dapat mengurangi kebutuhan masyarakat untuk datang langsung ke kantor Disdukcapil.

Menurutnya, sejumlah layanan administrasi kependudukan yang dapat diselesaikan di tingkat kecamatan seharusnya tidak perlu membuat masyarakat datang ke kantor Disdukcapil kabupaten.

“Harapan kita seperti itu. Masyarakat jangan banyak hadir secara langsung di kantor Dukcapil, padahal sebetulnya layanan yang bisa dilakukan di kecamatan bisa dilakukan di kecamatan,” tuturnya.

Ia menambahkan, penguatan layanan di tingkat kecamatan menjadi bagian penting dalam mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Dengan dukungan perangkat dan sistem digital yang memadai, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan secara lebih cepat, mudah, dan efisien tanpa harus menempuh perjalanan ke kantor Disdukcapil.

“Intinya kita berharap ada peningkatan layanan publik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *