Bapperida Bondowoso Fokus Tangani Sampah dan Perkuat Inovasi, Optimistis Pertahankan Predikat Kabupaten Layak Anak

Kepala Bapperida Kabupaten Bondowoso saat usai raker bersama komisi III DPRD setempat (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menegaskan komitmennya memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung berbagai program prioritas daerah pada tahun 2026. Isu pengelolaan sampah, penguatan riset dan inovasi, hingga persiapan revalidasi Kabupaten Layak Anak (KLA) menjadi perhatian utama.

Kepala Bapperida Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah, mengatakan pihaknya menyambut berbagai masukan dari DPRD, khususnya Komisi III, agar program pembangunan semakin terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dari Komisi III, kami ingin terus berkolaborasi dan mensinergikan berbagai program yang menjadi prioritas daerah. Salah satunya adalah persoalan pengelolaan sampah. Kami semua memiliki komitmen agar persoalan sampah ini semakin hari semakin teratasi,” ujar Anisatul usai rapat bersama DPRD, Kamis (9/7/2026).

BACA JUGA: https://ulas.co.id/disparbudpora-bondowoso-siap-genjot-kinerja-2026-fokus-tingkatkan-pad-dan-digitalisasi-pembayaran-wisata/

Menurutnya, Pemkab Bondowoso menargetkan peningkatan status dalam pengelolaan persampahan. Setelah melalui tahapan pengawasan, pemerintah berharap pada 2026 dapat naik menjadi kabupaten dalam pembinaan, hingga akhirnya mampu meraih predikat kabupaten bersih.

Selain persoalan sampah, Bapperida juga mendorong pengembangan riset dan inovasi di seluruh perangkat daerah. Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, inovasi dinilai menjadi kunci untuk menjaga kualitas pelayanan publik.

“Di tengah keterbatasan fiskal, inovasi menjadi sesuatu yang sangat penting. Kreativitas perangkat daerah harus terus dikembangkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, bahkan semakin baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Anisatul juga menyampaikan realisasi anggaran Bapperida telah mencapai sekitar 90,15 persen. Sisa anggaran yang belum terserap sebagian besar berasal dari belanja gaji aparatur sipil negara (ASN), menyusul adanya pegawai yang berpindah tugas sehingga anggaran yang telah dialokasikan tidak seluruhnya dapat digunakan.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/dinsos-p3akb-bondowoso-perkuat-program-sosial-dan-pemberdayaan-perempuan-dprd-beri-sejumlah-rekomendasi/

Sementara itu, terkait persiapan revalidasi Kabupaten Layak Anak (KLA), Anisatul memastikan seluruh perangkat daerah telah melakukan berbagai langkah pembenahan sejak satu tahun terakhir.
Sebanyak 16 perangkat daerah yang menjadi bagian dari proses penilaian telah menyelesaikan dokumen pendukung dan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun kementerian agar seluruh persyaratan terpenuhi.

“Persiapan revalidasi sudah kami lakukan sejak satu tahun lalu. Pendampingan terus berjalan dan seluruh catatan yang harus dipenuhi terus kami komunikasikan. Bahkan sudah dilakukan penyisiran bersama tim Provinsi Jawa Timur terhadap dokumen dan indikator yang akan dinilai,” jelasnya.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/semaan-khotmil-al-quran-dan-sholawat-di-104-titik-ketua-dprd-bondowoso-syiar-islam-perkuat-moral-dan-ukhuwah-masyarakat/

Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan revalidasi resmi masih akan dilakukan tahapan pra-revalidasi guna memastikan seluruh indikator telah terpenuhi secara maksimal.

“Dengan persiapan yang matang, kami berharap Bondowoso mampu mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak yang telah diraih sebelumnya,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *