Pengajian dan Sholawat di Lapas IIB Bondowoso Hadirkan Kiai Aza’im, Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Sekda Bondowoso bersama kapolres, kalapas dan kiyai Aza’im saat sholawat bening bersama warga binaan Lapas IIB bondowoso (foto dok: istimewa)
Bondowoso, Ulas.co,id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso menggelar kegiatan pengajian dan sholawat yang menghadirkan Al-Mukarrom Kiai Haji Raden Ahmad Aza’im Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Acara yang diinisiasi oleh mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Ibrahimy ini mendapat sambutan hangat dari jajaran Lapas serta Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Selasa (9/12/2025).
Baca juga: https://ulas.co.id/komisi-1-dprd-situbondo-pelajari-perda-trantibum-bondowoso-rudi-ariyanto-kultur-kita-11-12-banyak-hal-baik-yang-bisa-diadopsi/
Ketua Panitia, Samsul Arifin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan siraman rohani kepada warga binaan, namun juga menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa yang tengah melaksanakan magang. Samsul juga menyampaikan penghargaan kepada Kalapas atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Samsul secara khusus menyerahkan sebuah buku biografi Ki As’ad Syamsul Arifin kepada Kalapas Nunus. Ia menilai ketokohan Ki As’ad merupakan inspirasi besar tentang perjuangan, terutama kiprahnya dalam mempertahankan kemerdekaan bersama para mantan anggota Darjiniyah di Ponjowongso yang banyak terlibat dalam pertempuran 10 November di Surabaya.
“Semoga buku sejarah Ki As’ad ini dapat menjadi inspirasi bagi Pak Kalapas dalam membina warga binaan agar lebih baik dan berdaya,” ujar Samsul.
Baca juga: https://ulas.co.id/operasi-gabungan-tertibkan-parkir-liar-di-bondowoso-kadishub-demi-ketertiban-dan-wajah-kota-yang-lebih-baik/
Sekda Bondowoso Apresiasi Peran Lapas dan Mahasiswa. Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. Fathor Rozi, M.Fil.I, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Lapas IIB Bondowoso yang telah menjadi tuan rumah yang baik. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati dan Wakil Bupati yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan.
Sekda Fathor Rozi menegaskan bahwa kegiatan pengajian dan sholawat ini memberi manfaat besar, tidak hanya untuk mahasiswa yang sedang magang, tetapi juga bagi warga binaan yang membutuhkan siraman rohani dan pendampingan mental.
“Dengan hadirnya Kiai Aza’im, kita mendapatkan kesejukan hati, semangat, dan ilmu pengetahuan untuk menebarkan kebaikan dalam kehidupan. Semoga kegiatan ini menjadikan kita semakin cinta kepada Rasulullah dan menambah keberkahan dalam hidup,” tuturnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/kolonel-inf-rinto-wijaya-danbrigif-tp-28-bari-fola-silaturahmi-ke-kantor-bupati-halmahera-timur/
Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Lapas, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, dan tokoh agama dapat memperkuat karakter masyarakat Bondowoso menuju daerah yang thayyibatun wa rabbun ghafur.

Kalapas Bondowoso: Pembinaan Berkelanjutan Jadi Komitmen. Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Bondowoso, Nunus, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, terutama kepada Universitas Ibrahimy dan para mahasiswa magang. Menurutnya, kegiatan seperti pengajian dan sholawat sangat membantu dalam proses pembinaan mental dan spiritual warga binaan.
“Kami berkomitmen memberikan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya keterampilan, tetapi juga pembinaan keagamaan. Dukungan para kiai dan tokoh masyarakat menjadi energi positif bagi warga binaan,” ujar Kalapas.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan warga binaan yang produktif, berakhlak, dan siap kembali ke masyarakat.
Penulis: Redaksi







